The Guest (2014)


Seseorang bisa saja memamerkan seberapa banyak referensi yang ia tahu tentang sinema tapi belum tentu ia bisa menyampaikannya dengan baik lewat medium gambar. Dalam beberapa kesalahan, sesuatu yang diniatkan menjadi homage bisa terkesan dipaksakan, tidak dapat dibaca atau presentasinya terasa pas-pasan. Dan terkadang diperlukan lebih dari bakat, tapi ketepatan untuk tahu bagaimana cara meramunya.

Adam Wingard adalah satu contoh tentang peramu yang hebat. Ia tahu apa yang ia ingin buat, bagaimana cara mempresentasinya, dan kemungkinan besar ia juga tidak terlalu peduli tentang logika cerita. Film ini lebih nampak sebagai mimpi basah tentang apa saja yang ia puja dan gemari. Referensinya kaya dari mulai film-film blockbuster sampai b-movie, dari genre action, kungfu sampai  horror dan thriller, terutama 80-an.

Cerita tentang seorang pria tak dikenal yang mendadak masuk dan mempengaruhi satu keluarga yang baru saja berduka bisa saja menjadi premis film dengan ketegangan yang berangsur pelan namun mencekam. Tapi begitu tiba di pertengahan cerita, mulai bertebaran tanda-tanda bahwa bukan itulah yang dimaksudkan sutradara. Yang diinginkannya adalah sebuah persembahan yang penuh kesenangan, kadang bersama selipan lelucon yang dicampur kekerasan dan darah. Bila sudah pernah menonton karya sebelumnya Wingard yaitu You’re Next, gaya seperti ini sudah bukan hal yang mengagetkan lagi.

Namun sebenarnya bagian terbaik The Guest adalah pada babak terakhirnya tepat 30 menit. David yang diperankan Dan Stevens berubah dari seorang pembela keluarga menjadi mesin pembunuh yang berbahaya. Ia menjalankan fungsinya dengan sangat baik sebagai seakan ia campuran Terminator dan Robocop, menjadi pemburu seksi yang menyerang dengan emosi. Mulai dari momen meledakkan restoran yang terkesan konyol namun akan sulit dilupakan sampai perburuan dengan set prom Halloween, semua memang terencanakan sedari awal sebagai trivia berjalan yang mengasyikkan. Pilihan musik elektro bernuansa 80an yang diputar terus-menerus bagaikan sajian video klip juga malah menambah nilai tersendiri untuk film ini karena dikolaborasikan dengan momen gambar yang indah nan artistik.

Kalaupun ada kekurangan, mungkin terletak pada skenario buatan Simon Barrett yang nampak tidak terlalu fokus membedah tentang siapa sebenarnya David dan apa latar belakangnya. Bagian yang menarik seperti bagaimana David menyelamatkan keluarga Peterson namun kemudian berbalik menyerang mereka sebenarnya bisa jadi punchline menghibur yang tidak terduga namun jadi terasa hanya lewat begitu saja.

Namun kembali lagi pada apa yang diniatkan sutradara dan bagaimana saya terkesan pada babak terakhirnya, cerita memang bukanlah jadi hal yang harus dipedulikan dalam film seperti ini. Ini bukan film yang mengharuskan kita untuk berpikir dan mencerna tapi lebih sebagai hiburan yang memuaskan terutama bagi pencinta film dan musik lama. Adam Wingard seakan berteriak masa bodoh dan menyajikan candaan dalam bingkai yang serius. Saya rasa inilah signature style-nya. Dan ketika film seperti ini akan menjadi cult di masa depan, mungkin itu juga yang jadi dambaan terbesarnya. 


The Guest, 2014
Sutradara : Adam Wingard
Penulis : Simon Barrett
Pemain : Dan Stevens, Maika Monroe, Brendan Meyer







Comments

Popular Posts