Wreck It Ralph (2012) : Nostalgia Game Ding-Dong yang Mengasyikkan



 http://www.michaeldoret.com/blog/wp-content/uploads/2012/06/Wreck-It-Ralph-character3.png



Wreck It Ralph // 2012 // Sutradara : Rich Moore, USA // Pemain : John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer, Jane Lynch



Nilai-nilai kekeluargaan serta persahabatan yang memang biasa menjadi resep Walt Disney kembali lagi pada Wreck It Ralph. Pesona Wreck It Ralph sesungguhnya adalah karena mengangkat nostalgia banyak orang akan permainan dingdong masa kecil sampai tumbuh remaja : Street Fighter, Mortal Kombat, Sonic The Hedgehog dan yang menjadi cerita utama di film ini : Fix It Felix Jr. Menghadirkan cerita berlatar game dingdong di jaman modern dimana banyak game yang lebih canggih seperti Playstation, X-Box dan lain-lain sebenarnya membuat Wreck It Ralph ingin mengatakan sesuatu : mungkin bukan saja nostalgia, tapi lebih seperti sebuah surat cinta tentang perjalanan video games selama ini. Wreck It Ralph sudah sedari awal menarik perhatian karena mengangkat latar cerita video games dan bahkan menerbitkan sebuah cerita yang diluar pemikiran : tentang bagaimana hidup seorang penjahat di video games, bagaimana perasaannya dan bagaimana kalau seandainya ia merasa ingin menjadi pahlawan? 



 Ide cerita ini mempertemukan kita pada sosok Ralph (John C. Reilly) yang merasakan hal serupa, ia merasa ingin dipuja dan dicintai semua orang seperti sang pahlawan dalam game Fix It Felix Jr, Felix (Jack McBrayer) serta mendapat medali yang berarti tanda bahwa ia seorang pahlawan. Keinginan Ralph itu membawanya untuk mangkir dari posisi tetapnya sebagai si penjahat penghancur di game itu, ia kabur ke dalam game Hero’s Duty demi mendapatkan medali yang diinginkan. Dalam kekacauan itu, Ralph juga  bertemu Vanellope Von Schweetz (Sarah Silverman) teman kecilnya yang jahil dan dijuluki “si cacat” namun menyimpan cerita yang tidak diketahui siapapun tentang sosoknya sebenarnya. 



Begitulah, Wreck It Ralph sebenarnya sederhana saja, petualangan yang dibumbui persahabatan, pembelajaran untuk saling menyayangi dan mau menerima diri sendiri, pesan-pesan Walt Disney yang ditampilkan selembut mungkin untuk penonton sehingga tidak terlihat menggurui atau memaksa. Yang membuat Wreck It Ralph punya daya tarik tersendiri adalah karena sineasnya, Rich Moore mampu berpikir jauh tentang ide cerita berlatar video game, dengan tokoh-tokoh yang sedikit atau banyak pasti familiar bagi kita (apalagi untuk para maniak game). Rich Moore mampu menciptakan situasi jenaka tentang kehidupan diluar nyata, bahwa para tokoh game juga punya kehidupan sendiri, siapa sangka Ken dan Ryu yang selalu berkelahi di game ternyata suka minum di bar bernama Tapper (yang juga sebuah game) sehabis “bekerja”. Siapa yang tahu bahwa karakter-karakter yang dimainkan manusia itu suka mengobrol, mengadakan pertemuan (seperti Ralph yang menghadiri pertemuan tahunan para penjahat), berdansa dan berpesta, layaknya manusia. Meskipun pada garis besarnya, manusia dalam Wreck It Ralph tetap sebagai penguasa, bisa dilihat dari digdaya Litwak (pemilik arcade game) untuk menentukan suatu game tetap ada atau harus berakhir, namun Wreck It Ralph jadi nampak manis karena kehidupan karakter-karakter fiksi dalam game itu sendiri ternyata mampu membuat kita peduli dan bersimpati, seperti layaknya kita menonton non-animasi. 



Semua pengisi suara mampu menghidupkan karakter masing-masing, salah satu hal yang menarik adalah bahwa aktor-aktris yang memerankan para karakter secara fisik pun hampir menyerupai sang karakter yang mereka perankan. Contohnya John C. Reilly yang wajahnya memang "sangar" dan cocok untuk peran penjahat seperti Ralph, atau Jane Lynch yang memerankan Calhoun yang sepintar mirip kegigihan dan karakter sinisnya di Glee. Khusus untuk Calhoun, disisipkan cerita cinta yang sebenarnya salah satu bagian yang paling menghibur sepanjang film ini. 



Semakin melengkapi, Wreck It Ralph juga tidak lupa menghadirkan visualisasi gambar yang sedap dipandang mata. Warna-warna indah dan lembut semanis gula membuat Wreck It Ralph semakin menyenangkan. Rasa-rasanya penonton usia anak-anak maupun dewasa bisa akur menontonnya, karena dibalik cerita sederhana Wreck It Ralph punya banyak makna, sekaligus menghadirkan nostalgia yang jenaka dan mengasyikkan. 4 bintang.


Comments