Crazy, Stupid, Love : Sekedar Gampangan

Crazy, Stupid, Love // 2011 // Sutradara: John Requa, Glenn Ficarra, USA // Pemain: Steve Carrell, Ryan Gosling, Julianne Moore, Emma Stone, Kevin Bacon


Romantic comedy keluaran Hollywood era 2000-an (biasanya yang dibintangi Jennifer Anniston, Katherine Heighl) tidak bisa jauh-jauh dari satu kata : klise. Klise sendiri digunakan sebagai kata tepat guna untuk mengomentari seberapa seringnya sebuah skenario dengan unsur dan jalan cerita seragam muncul dalam film-film Hollywood, apalagi untuk genre romcom. Cerita "cewek dan cowok yang saling membenci lalu lama-lama jatuh cinta" atau "seorang cewek baik-baik mampu meluluhkan hati playboy cap karatan yang lalu saling menemukan cinta sejati" adalah salah satunya yang selalu didaur ulang untuk bahan tontonan yang dianggap mudah cerna dan paling ringan. Setidaknya dalam satu tahun, selalu saja akan kita dapati satu judul film romcom Hollywood dengan cerita "cetek" itu, dan bahkan kadang mendapat tempat di saung box-office.


Romcom Identik Dengan Kapas?
Romcom tentu tidak selalu identik dengan kapas. Banyak romcom cerdas, yang tidak melulu bertubuh ringan seringan kapas untuk ditonton. Ada beberapa yang pintar dan bahkan menyisipkan bahan-bahan kehidupan yang dalam untuk diperbincangkan, bukan melulu cuma menyusun cerita yang mudah ditebak demi kebutuhan happy ending lalu, gotcha, penonton senang. Pembuatan romcom dan termasuk isinya tergantung lagi pada si pembuatnya, apa niatannya membuat film itu dan apa yang ingin ia buat dengan film itu. Mungkin dalam hal ini, pembuat Crazy, Stupid, Love cukup hanya berniat menyajikan sebuah film dari kombinasi tawa segar dan olesan drama cinta manis yang klise. Ya, kamu tahu kan Hollywood?

Crazy, Stupid, Love diawali dengan satu adegan pembuka cukup menarik, menyorot beragam kaki-kaki direstoran dengan beragam simbol kemesraan masing-masing. Lalu kemudian kamera berhenti pada satu pasangan : kaki si pria yang memakai sepatu kets------menandakan fashion yang tidak terurus?---- dan kaki si wanita yang terlihat anggun. Tampak tak mesra. Tampak jomplang dibanding kaki-kaki mesra yang tadi mengawali film. Ternyata barulah kita tahu bahwa memang, Cal Weaver (Steve Carrell, seperti biasa mampu tampil lucu dan bersinar) dimintai cerai oleh sang istri----satu-satunya cinta dalam hidupnya, Emily (Julianne Moore).  Maka dari sini, mengalirlah cerita yang nantinya mengalir panjang-lebar sebagai dampak dari "sekedar" ucapan bercerai Emily.

Gila, Cinta yang Bodoh
Banyak masalah yang hadir berseliweran di film ini, selain Cal yang dimintai cerai oleh istrinya, ternyata istrinya juga berselingkuh dengan David Lindhagen (Kevin Bacon), anak lelakinya yang ABG jatuh cinta dengan pengasuh dirumahnya  (yang umurnya baru 17 tahun) dan pengasuh dirumahnya jatuh cinta pada Cal! Belum cukup rumit, anaknya Hannah ternyata kepincut oleh playboy cap karatan Jacob (Ryan Gosling) yang dimana Jacob berteman dan bahkan mengajari Cal cara "mendalami" wanita. Itu juga belum termasuk masalah-masalah kecil lain yang muncul di film guna menghasilkan gelak tawa penonton atas segala kekacauan yang muncul tumpang tindih. Tapi apakah segala tumpang tindih itu tidak akan menyamarkan cerita utamanya? Apakah perkara cerai yang menimpa Cal-Emily serta sebab-akibat atau proses keduanya tidak diberi ruang? Apakah mengeksploitasi perasaan Cal-Emily digeser sama sekali dari layar demi membuat segala tumpang-tindih dan kekacauan itu berhasil? Itu berarti memang niatan Crazy, Stupid, Love tidak pernah beranjak sebegitu serius, termasuk segala macam masalah yang ada di sepanjang filmnya pun rasanya tidak usah ditanggapi serius. Istri Cal tidur dengan pria lain? Cal tidur dengan sembilan wanita lainnya? Jessica si pengasuh rumah berfoto telanjang untuk menggoda Cal? Jacob tidur dengan banyak wanita lantas berhenti lantaran Hannah? Ah, tidak perlu menyikapinya serius. Toh ini komedi gila, dan tentang cinta yang (biasanya) bodoh. Jadi tidak masalah bila sang sutradara merasa harus menggampangkan segala hal, termasuk minim pada keseriusan.

Walau tampil gampangan, Crazy, Stupid, Love unggul dalam menyajikan banyak dialog-dialog kocak nan segar, timpal-timpalan kata yang mengundang tawa, bahkan ada momen klimaks dimana segala kekacauan saling tubruk mengemuka. Tidak masalah bila ingin mencoba yang satu ini sebagai tontonan komedi romantis, asalkan tidak masalah juga untuk menanggalkan harapan sentimentil banyak-banyak ketika menontonnya. Mungkin di Hollywood, tidur dengan orang lain selain pasangan kita, berfoto telanjang termasuk meminta cerai secara serampangan adalah sesuatu yang tidak serius. Semuanya hanya sekedar. Termasuk film ini.

P.S : Saya terlalu serius menontonnya.


Rate : 2/ 5

Comments