Review : Carrie (1976)

"They're all gonna laugh at you!" 

(banyak SPOILER! sebelumnya, jadi kalau kamu belum nonton Carrie dan penasaran dengan review ini, akan lebih baik kamu nonton dulu filmnnya daripada baca tulisan ini. Ingat, spoiler bisa mengurangi esensi dan kepuasan kamu ketika menonton nanti!)

Sebuah film dengan aroma supranatural dicampur dengan cerita high school, prom dan bullying, Carrie adalah karya Brian De Palma yang bisa dibilang menjadi cult dan masih sering menjadi tontonan klasik yang dirayakan dan diperbincangkan sampai sekarang. Gue tahu film ini sekitar beberapa tahun lalu-----mungkin sekitar tahun 2009 disaat kelas 3 SMP dan waktu itu benar benar tertarik dengan isu bullying yang terdapat di film ini. 


Carrie (diperankan dengan sangat baik oleh Sissy Spacek) adalah seorang gadis loner yang terisolasi-----berada dilingkungan mean girls di sekolahnya (diantaranya ada PJ Soles dan Nancy Allen) serta mempunyai ibu seorang fanatis agama yang absolutely freak, hidup Carrie gak pernah gampang. 
Suatu hari, seorang cowok cukup beken bernama Tommy Ross (William Katt dengan tingkat produktivitas ikal cukup produktif) atas desakan sang pacar, Sue (Amy Irving) mengajak Carrie datang ke prom bersama. Is it gonna be a great night? Yes, it is. Gonna be a great night...


Salah satu hal yang menarik gue pertama kali dari Carrie adalah isu high school bullyingnya yang melatari film ini. Gue waktu itu menonton potongan video filmnya di Youtube dan kalian tahu kan adegan openingnya ketika sekumpulan anak cewek main Voli dan Carrie yang waktu itu cuma dibelakang dan ga bisa mukul bola langsung dicemooh oleh semua anak cewek itu. Adegan itu cukup berkesan buat gue karena gue pernah berada diposisi Carrie waktu itu : gue sangat lemah dan bodoh dipelajaran olahraga dan selalu ada diposisi belakang, dan ketika i lose the game, gue seperti disalahkan. Gue tahu berat rasanya begitu. Tapi setidaknya gue ga disiram pake darah babi pas SD, hehe.

Selain adegan awal itu, banyak adegan lain yang juga berkesan \ dari film adaptasi novel Stephen King ini. Selain kalau kita bicara soal bahwa momen dimana Carrie ketumpahan darah babi itu adalah salah satu momen memorable nan klasik yang kita ingat sampai hari ini. Ada beberapa adegan yang slowly come creepy buat gue, mungkin karena ini dibuat di tahun 70'an dan termasuk karya lawas (dan dimana seperti yang kita tahu horror lawas itu punya caranya sendiri buat menakutkan) dan kebanyakan itu muncul dari tatapan wajah dan dandanan nyokapnya Carrie (Piper Laurie) dengan outfit daster-putih dan rambut jadulnya.

Adegan ketika Carrie yang udah berlumuran darah babi pulang kerumah dan berjalan ke lantai atas, ada bayangan putih didekat pintu. Ketika lampu dinyalakan, TRENG! Ternyata itu nyokap Carrie yang memakai daster putih dan bersembunyi dibalik pintu layaknya hantu. Itu mungkin adegan biasa. Tapi ini salah satu yang lumayan slowly come creepy buat gue. Hihi.
Ini.
Carrie mungkin bisa dibilang Horror yang bersandar pada karakterisasi yang cukup kuat, mengangkat simpati penonton pada sosok Carrie yang malang sekaligus menakutkan, selain tentunya performa akting para pemainnya yang mendukung film ini tetap menarik.
Sissy Spacek, yang mendapat nominasi di Oscar karena perannya disini bisa menjiwai peran Carrie dengan sangat baik----dia terlihat sangat alien dan aneh disini, dan berhasil membuat gue sangat sangat kasihan dengan nasibnya yang harus mengalami "malam berdarah" di pesta prom yang hampir bisa menjadi the happiest day of her school lifenya. Mata dan mimik wajahnya juga cukup aneh untuk dilihat hehe.

Akting lain yang tentunya dominan adalah nyokap Carrie, Piper Laurie yang memerankan seorang nyokap ekstra freak-cenderung-psycho dengan pribadi fanatis agama yang sudah sampai tingkat menyeramkan. Haha, bahkan kalau gue boleh bilang dia sebanding dengan Sissy Spacek, bahkan menurut gue dia jauh lebih mengerikan dibanding aksi keseluruhan Sissy Spacek disini. Adegan ketika dia mau membunuh Carrie dan memegang sebilah pisau (dengan tekhnik kamera) yang juga mengefektifkan kesereman ngebuat tokoh nyokap Carrie ini cukup creepy.
IHIK!
Hihi including adegan kematian dia yang juga cukup creepy.

Cast lain sebagai pendukung juga cukup solid, para mean girls seperti Norma (PJ Soles) yang sepanjang film punya ciri khas topi merahnya, dan Chris (Nancy Allen) si ketua mean girls yang totally bitch cukup mengesankan dan memancing emosi penonton, sebagai si penanggung jawab orang yang membuat malam prom Carrie hancur berat. Sebenarnya gue berharap metode pembunuhan yang lebih "menyakitkan" buat dia selain meledak didalam mobil bersama John Travolta. Eh iya, ada John Travolta. Peran dia gak terlalu penting, sama seperti anggapan kita dulu buat Johnny Depp ketika dia main A Nightmare On Elm Street kali ya. Tapi seandainya ada adegan dia dibunuh yang sememorable apa yang terjadi pada Depp di seri pertama Krueger itu, mungkin akan menambah keklasikan Carrie ini dan kita bisa mentertawai dia sekarang hari ini... haha.

Selain faktor tekhnis yang dijaman itu masih sederhana dan apa adanya, Carrie dibuat dengan totalitas Brian De Palma di jamannya yang cukup all-out. Musik yang melatari film ini juga berfungsi dengan baik, adegan opening ketika Carrie mandi dengan iringan musik melankolis itu cukup tepat, dan ketika beralih keadegan horrorpun juga sama. Brian De Palma mengaturnya dengan rapi secara keseluruhan pada semua aspeknya---sehingga Carrie menjadi cerita horor yang berada di jajaran klasik tempo lalu yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

Palma dan Sissy "Carrie" Spacek di balik adegan klasik "Blood of Piggy".
Untuk berita terbaru, katanya akan beredar kabar bahwa Carrie akan diremake di tahun ini dan katanya, ehm, Lindsay Lohan yang disarankan Stephen King mengisi peran Carrie (updated : Carrie akan diremake dan si hit girl Chloe Moretz menjadi pemerannya!). Entah apa yang akan terjadi, tapi kalau itu cuma bisa merusak satu lagi barang klasik dari horor tempo dulu, gue berharap semoga ini ga jadi dibikin. Carrie adalah horor tradisional yang mendalami karakterisasi tokoh utamanya, bukan menjual unsur keseraman dan mistis yang frontal sebagai sajiannya, tapi membuat kita tetap terjaga karena kesolidan ceritanya, menyaksikan deretan emosi, kemalangan dan kesedihan seorang Carrie White yang berubah menakutkan dimalam promnya.

Dan tentunya... adegan endingnya.... hihihihi.

RATE : 4/5

Comments

  1. Sebagai cewewk yg pernah dibully, saya jadi paham perasaan Carrie yg balasa dendam. JUjur aja, saya juga berharap bisa balas dendam kayak dia, sayangnya hal itu gak mungkin terjadi. *Hahahaha*

    ReplyDelete
  2. @kencana hihi iya, apa yang terjadi di malam prom dia sebenarnya adalah petaka ironis. Tapi kalau adegan dia disiram darah babi dan dia ga ngebunuh bunuh semua orang, ini ga bakal jadi horor :P

    Tommy Ross disini baik ya. Sayang kejedot ember :p

    ReplyDelete
  3. Akting Piper Laurie horror banget disini,
    ane malah lebih serem sama Margareth daripada Carrie yg marah..^^

    Remake? aga ga perlu kayanya ya...,ga bgtu suka Chloe Moretz juga sih,tapi karna Julianne Moore yg jadi Margareth...layak ditunggu deh!

    ReplyDelete

Post a Comment