School of Rock (2003) : Musik Rock Dan Tentang Menjadi Orang Dewasa



http://images.contentful.com/7h71s48744nc/2vCFR1BdgQssmCU8UiUuiA/ba01b416a2c9a7cce6ee9f6e78485f50/school-of-rock.jpg



Salah satu hal penting yang menandai kehidupan orang dewasa adalah punya pekerjaan dan menghasilkan uang. Pekerjaan tetap dan memiliki reputasi lebih baik lagi, uangnya lebih banyak juga akan lebih bahagia lagi. Tapi protagonis utama dalam School of Rock, Dewey Finn tidak memiliki semua itu. Ia pengangguran, mencintai dan hanya memikirkan musik rock. Suatu hari, temannya, Ned Schneebly (Mike White) yang seorang guru atas paksaan sang pacar (Sarah Silverman) memberi ultimatum bahwa Dewey harus segera membayar uang sewa tempat tinggal. Bertepatan dengan itu, Dewey dipecat oleh anggota bandnya. Hidup bisa menjadi sangat menyedihkan. Tapi hey, ini film komedi menyenangkan dan yang paling penting adalah musik rock!


School of Rock lalu menyusun cerita nyeleneh tentang Dewey yang menyamar jadi sang teman Schneebly sebagai guru di sebuah sekolah ekslusif dengan peraturan ketat dan metode pendidikan yang monoton. Sebuah ide terbersit di benaknya bukan hanya untuk mengajari anak-anak ini musik rock tapi membentuk mereka menjadi kesatuan band cilik yang cadas.

 https://i.ytimg.com/vi/3PsUJFEBC74/maxresdefault.jpg


Di film ini, Jack Black berhasil menunjukkan pesona jenakanya. Menarik melihat Dewey tidak jadi karakter yang mengganggu melainkan punya kekurangan dan kelebihan sama rata. Ia memang seorang yang urakan, masa bodo dan pemberontak. Tapi di satu sisi lain ia juga digambarkan peduli pada masalah anak-anak dan bahkan memiliki jiwa siap membantu siapa saja, termasuk tokoh kepala sekolah kaku dan penuh beban milik Joan Cusack.

Selain faktor Jack Black, film ini menjadi sangat menghibur karena keseriusan sang penulis meracik ceritanya. Mike White tidak membuatnya sebagai komedi konyol hanya karena ini cerita yang melibatkan anak-anak, tidak juga karakter para anak dibuat mengesalkan seakan mereka disaster kids from hell (banyak film seperti itu hanya untuk mengejar nilai komedi dari mengerjai orang dewasa) melainkan mereka digambarkan penuh ragam dan punya warna masing-masing mulai dari yang ingin terlihat sebagai leader, yang pemalu, bandel sampai yang agak gemulai.

Hanya satu keluhan saya yaitu lagu yang dinyanyikan band School of Rock di babak final terasa kurang istimewa, padahal lagu itu bisa menjadi pamungkas yang keren seperti bagaimana Barden Bellas menggabungkan banyak lagu menjadi kombinasi yang asyik di grand final Pitch Perfect. 

Tapi sekali lagi, film ini dengan adil memperlihatkan cerita tentang passion musik dan keceriaan anak-anak, tanpa berlebihan ataupun kekurangan. Kenyataan bahwa hanya anak-anak ini yang menerima dan mempercayai passion Dewey karena mungkin hanya pada jiwa anak-anak lah semua hal baru terdengar sebagai selalu hal yang excited dan mungkin diraih, sementara orang-orang dewasa (dalam cerminan tokoh Mike White dan Sarah Silverman) pesimis untuk mempercayainya. Tokoh Jack Black tidak hanya melucu tapi ia benar-benar meyakini bahwa perkara tampil di konser adalah hal yang penting—sebenarnya sebuah hal yang menyedihkan, seakan ingin bilang bahwa untuk menjadi orang dewasa sepenuhnya berarti harus melupakan mimpi masa lalumu. Dewey mungkin tidak bisa disebut orang dewasa, tapi jiwa dan semangatnya di film ini membawa keriangan tersendiri untuk ditonton. 

Bila saya tahu film ini dari umur 10 tahun, saya pasti akan menganggap film ini seru sekali lalu berkhayal Mr. S nyasar mendatangi kelas saya.

School of Rock, 2003
Sutradara : Richard Linklater
Pemain : Jack Black, Joan Cusack, Mike White, Sarah Silverman, Miranda Cosgrave
Penulis : Mike White


Comments