Readers

My Bloody Valentine (1981) : Horor Slasher Pekerja Tambang

http://dreamers.com/indices/imagenes/peliculas.8701.IMAGEN7.jpg


70 sampai 80-an memang ladangnya film horor slasher dengan jualan plot tentang hura-hura anak muda (biasanya mencari tempat sepi untuk bercinta) serial killer bertopeng (yang punya senjata unik untuk membunuh) serta darah, efek sadis dan ketelanjangan untuk penambah lengkap hiburan. My Bloody Valentine besutan George Mihalka adalah salah satunya yang mengikuti formula tersebut meskipun tidak menjadi fenomenal seperti Halloween (John Carpenter) atau Friday the 13th (Sean S. Cunningham) namun secara mengejutkan, ini bukan yang masuk di kategori membosankan atau bahkan sampah.  Malah cukup seru dan idenya juga orisinil : serial killer dengan kostum pekerja tambang dan masker oksigen bersenjatakan pick-axe. Dimulai dengan opening scene pembunuhan seorang (tumbal) wanita seksi, cukup mengundang untuk menyaksikan seperti apa cerita selanjutnya.


Kita diperkenalkan pada beberapa tokoh yang bekerja di tambang di antaranya Axel (Neil Affleck), T.J (Paul Kelman). T.J dulunya berpacaran dengan Sarah (Lori Hallier) namun kemudian hubungan mereka berakhir dan kini Sarah menjalin relasi dengan Axel yang memang satu rekan kerja T.J. Latar belakang cinta segitiga ini secara mengejutkan tidak terlihat mengganggu atau terlampau mengada-ada melainkan malah menjadi bahan menarik untuk bekal penonton menebak apa kaitan para tokoh utama dengan Harry Warden, legenda pembunuh yang tidak diketahui keberadaannya tersebut. 


http://1.bp.blogspot.com/-82hJi2Taa64/Uv6LKBiYjSI/AAAAAAAAIUc/2leIqKfy0Ro/s1600/My+Bloody+Valentine+11.png
http://www.dvdtalk.com/reviews/images/reviews/253/1231527386_1.jpg
Sex. Scream. Violence. Beberapa killing scene di My Bloody Valentine cukup menggoda.

Sama seperti film slasher pada umumnya, akan lebih banyak tumbal seiring durasi bergulir. Adegan pembunuhannya sendiri tidak monoton, bahkan beberapa bisa saya bilang adalah best killing scene yang pernah saya lihat dan menambah nilai film ini. Favorit saya adalah adegan ‘buka-tutup pintu’ dan adegan yang melibatkan shower, yang terakhir sangat memorable dan kreatif.

My Bloody Valentine juga berhasil menghadirkan nuansa menegangkan pada saat diperlukan, tidak terlihat ganjil atau amatiran. Sinematografi pun cukup baik terutama saat menyorot gambar-gambar di daerah pertambangan yang sempit nan gelap sehingga memang benar kelihatan menyeramkan.

Namun bicara kelemahannya, juga hampir sebanding dengan kelebihannya. Skenario dari John Beaird berdasarkan konsep cerita oleh Stephen A. Miller ini sebenarnya cukup bisa dimaklumi dari sisi penataran alias tidak buruk-buruk amat. Apalagi ia menyisipkan motivasi beberapa karakter utama, membentuk teka-teki agar penonton tetap penasaran dan berusaha membuat beberapa bagian makes sense, jadi terlihat agak ada usahanya. Tapi tetap saja ada sedikit kekecewaan dalam hati saya bagaimana filmnya hanya berakhir begitu saja dengan kebenaran siapa pelakunya yang tidak meyakinkan, cenderung memaksa. Saya tentu tidak menuntut skenario maha brilian untuk film seperti ini, hanya andaikan saja twist di akhir itu tidak terjadi, saya pasti akan memberikan poin tambahan. Terlepas dari itu semua, bila menyukai film horor slasher dengan adegan pembantaian yang asyik, film ini bisa masuk referensi. Masih agak di bawah Friday the 13th, tapi tetap menarik.



P.s : Saya sebenarnya punya ide sendiri tentang bagaimana seharusnya twist untuk film ini. Untuk menghindari spoiler, blok kolom berwarna putih di bawah ini: 

Ketimbang membuat Axel sebagai pelakunya, kenapa tidak membuat twist gila bahwa pelakunya adalah dua orang yaitu T.J dan Axel sendiri? Motivasinya jelas karena mereka berdua merasa dipermainkan Amy sehingga membuat pembantaian seperti game. Dua orang gila cukup convincing kok, lihat saja Scream.


My Bloody Valentine, 1981
Sutradara : George Mihalka
Pemain : Lori Hallier, Paul Kelman, Neil Affleck, Alf Humphreys 
Penulis : John Beaird


Comments

Other side of me

My MUBI

In Theaters