Lazy, Hazy, Crazy (2015) : Malas, Tidak Jelas dan Gila



http://moviereviews.s3.amazonaws.com/2016/08/27/05/24/05/251/6HbFthpQiDHyXYLDHFPr83T3rvS.jpg 


Terkadang pembuat film harus berhati-hati saat memilih judul karena bisa jadi judul itu mewakili isi filmnya—secara negatif. Tapi siapa yang tahu juga kalau mungkin sang pembuat film memang sengaja memilih judul demikian, entah karena ingin main-main atau sengaja mencandai penonton, seperti mungkin saja apa yang terjadi pada film ini.


Lazy, Hazy, Crazy adalah film Hongkong tahun 2015 yang mengangkat tema persahabatan tiga gadis di antara tuntutan mengeksplorasi seks dan proses kedewasaan. Singkatnya, mereka adalah Tracy (Ashina Kwok), Chloe (Koyi Mak) dan Alice (Fish Liew). Chloe dan Alice memiliki profesi sampingan sebagai prostitute, sementara Tracy digambarkan sebagai gadis polos yang masih belum tahu apa-apa. Chloe awalnya lebih dekat dengan Tracy namun kemudian ia jadi lebih akrab dengan Alice sehingga membuat Tracy memendam kecemburuan karena merasa tergantikan oleh orang baru di lingkaran persahabatan mereka. 

Kalau dilihat dari sinopsis di atas, sebenarnya ada potensi menarik yang bisa dikembangkan oleh ceritanya. Kecemburuan dalam lingkaran persahabatan dan bagaimana kemudian seks menjadi hal yang ingin dikejar untuk membuktikan status dan solidaritas bisa jadi bittersweet story yang menyentuh. Namun masalahnya, film ini saya tidak yakin memiliki keinginan untuk mendalami niatan itu. Paruh pertama film sebenarnya cukup meyakinkan tapi semakin jauh semakin film ini terjun bebas ke arah yang tidak jelas. Bagian terburuk adalah third act-nya dimana seakan-akan pembuatnya sudah benar lupa apa yang ingin ditunjukkannya, semua mendadak diberikan solusi belum ditambah akting ketiga pemainnya yang semakin nampak terpaksakan. Filmnya sendiri memang memiliki rating category III karena memuat adegan ketelanjangan dan seks yang buat saya pribadi poinnya tidak penting-penting amat.

Sebenarnya, film tentang sex discovery, rivalitasnya  dan remaja bukan hal yang buruk dan ada banyak sekali film-film lain yang berhasil melakukannya. Contoh cepat adalah Fat Girl – Catherine Breillat yang memperlihatkan hubungan dua saudara dan adanya kecemburuan untuk ikut mengeksplorasi seks dari salah satu tokoh. Y Tu Mama Tambien (Alfonso Cuaron) juga mengusung cerita rivalitas yang sama dan mungkin jauh lebih gila, namun karakternya diberikan motivasi dan penggambaran yang jelas sehingga penonton mau memahami itu semua. Film-film lain seperti U.S. Go Home (Claire Denis), The Holy Girl (Lucrecia Martel), Blue Is The Warmest Color (Abdellatif Kechiche) juga menunjukkan dunia remaja yang penuh rasa ingin tahu dan karakternya terlihat rumit namun sekali lagi, pembuatnya mampu menunjukkan bagaimana mereka adalah karakter-karakter yang believable.

Sementara film ini terasa amat gado-gado. Untuk menjadi film nakal yang hanya mengekspos seks, memiliki cerita. Namun kalaupun ditelaah, ceritanya tidak rapi dan tidak begitu berarti. Sama seperti judulnya, Lazy, Hazy, Crazy memiliki lazy untuk skrip yang malas, hazy untuk karakter-karakter yang tidak jelas bentukan dan konsistensinya dan crazy lebih merujuk pada tingkat kepercayaan diri sang sutradara, Luk Yee-Sum untuk membuat film dengan niatan abstrak begini. Pada akhirnya saya bingung apakah harus menanggapinya serius sebagai drama coming-of-age ataukah menyamakan film ini satu golongan dengan film-film erotis Korea yang sering ada di lapak download illegal dengan judul semacam My Sexy Teacher, Sexy Neighbour dan sebagainya itu. 

Namun kemudian saya lihat posternya lagi. Provokatif ternyata. Oh benar, berarti ini softcore saja.



Lazy, Hazy, Crazy (Tung Baan Tung Hok), 2015
Sutradara : Luk Yee-Sum
Penulis : Luk Yee-Sum
Pemain : Ashina Kwok, Fish Liew, Koyi Mak, Gregory Wong, Tse Chit Chun



Comments

  1. iya sama... agak ngerasa ada adegan adegan gak perlu cma buat ngejual nudity-nya. Btw review juga dong Vulgaria, sama kaya gini juga tapi sya jauh lebi enjoy itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum nonton Vulgaria... hahaha ini juga nontonnya pas lagi pelanga-pelongo aja. Nanti deh ya masukin list :)

      Delete
  2. If you'd like an alternative to casually approaching girls and trying to find out the right thing to do...

    If you would prefer to have women chase YOU, instead of spending your nights prowling around in crowded bars and night clubs...

    Then I encourage you to view this short video to unveil a weird little secret that has the potential to get you your personal harem of beautiful women just 24 hours from now:

    FACEBOOK SEDUCTION SYSTEM...

    ReplyDelete

Post a Comment