Readers

Begin Again (2013) : Bintang-Bintang yang Tersesat

http://thefashionscreen.com/wp-content/uploads/2015/03/bagain.jpg

Begin Again  // 2013 // Sutradara : John Carney, Amerika // Pemain : Keira Knightley, Mark Rufallo, Adam Levine, Catherine Keener, Hailee Steinfeld


Orang-orang berbakat ada di banyak tempat dan seringkali tidak tahu bahwa mereka berbakat. Seringkali juga mereka lepas dari perhatian dan tidak ditemukan, berakhir di tempat-tempat dimana mereka tidak seharusnya berada. Kafe-kafe yang gaduh. Jalanan sibuk dimana orang-orang berangkat kerja sehingga tidak sempat untuk berpikir mereka berharga. Beberapa mungkin berharap momen yang tepat untuk ditemukan, beberapa tidak cukup peduli apakah dia berbakat atau tidak berbakat, apalagi untuk mau ditemukan. 

Begin Again adalah cerita tentang orang-orang yang berbakat tersebut, yang tersesat dalam perjalanan mereka untuk mempertahankan mimpi saat realita tidak seindah bayangan.


Keira Knightley sebagai Gretta James, adalah seorang penulis lagu dan penyanyi bersuara manis yang menjalin hubungan dengan Dave (diperankan vokalis band populer Maroon 5, Adam Levine). Keduanya sepasang kekasih sekaligus tim bermusik yang kompak sampai datang masa-masa dimana Dave mulai tenar dan kekuatan hubungan mereka pelan-pelan memudar. Di tempat lain, seorang produser musik yang nampak bermasalah, Dan Mulligan (Mark Rufallo) dipecat dari pekerjaannya karena tidak sependapat dengan cara label rekaman bekerja termasuk dalam menghimpun “suara-suara baru” untuk diorbitkan. Dan sendiri sudah lama tidak menjalin hubungan baik dengan sang istri (Catherine Keener) dan putrinya, Violet (Hailee Steinfeld) semenjak memutuskan keluar rumah. 

Baik Gretta atau Dan, keduanya sedang putus asa. Seperti yang kita tahu, orang-orang yang putus asa bisa menjadi pasangan yang sempurna. Maka mereka bertemu dan lahirlah sebuah kolaborasi musik yang bebas, berbeda dan sesuai dengan visi mereka. 

http://cdn.images.express.co.uk/img/dynamic/36/590x/secondary/175225.jpg

Bila melihat posternya yang memperlihatkan dua orang berdampingan dan saling tersenyum akan dengan mudah memantik pendapat orang bahwa ini akan menjadi sebuah romantic comedy berbalut lagu-lagu indah. Namun film ini melebarkan sayapnya dari hanya sekedar konsep komedi romantis menjadi sebuah drama tentang perjuangan, passion dan kedewasaan cinta. Bila film ini tidak disutradarai dan ditulis John Carney, mungkin anggapan orang bahwa ini hanya akan menjadi sebuah romcom memang benar. Tapi beruntunglah karena proyek film ini memang diolah dalam tangan yang tepat dimana tak berbeda dari filmnya yang terdahulu, Once (2006) juga mengombinasikan antara musik dan hubungan cinta. Hasilnya adalah 104 menit yang memuaskan, seringkali manis dan menyenangkan namun juga memiliki klimaks yang mengharukan. 

Hal yang paling menonjol dalam film ini adalah hubungan Greta-Dan yang saling solid sebagai teman tanpa pernah diceritakan terpancing api asmara. Walau begitu, ada beberapa momen yang bisa ditangkap penonton sebagai tanda keintiman keduanya yang menurut saya adalah salah satu alasan kenapa film ini bertambah bagus. Relasi yang amat dekat namun tidak bisa diterjemahkan sederhana seperti sedang jatuh cinta ini mengingatkan saya pada hubungan Charlotte – Bob dalam Lost In Translation atau seperti hubungan teman curhat antara Robert De Niro dan Anne Hathaway di The Interns (Contoh lain adalah chemistry menarik antara penjahat dan korbannya dalam Wait Until The Dark – nya Audrey Hepburn. Saya sangat menyukai ini karena meski penjahat sangat ingin menjebak korban, di satu sisi lain ia peduli dan memposisikan dirinya sebagai teman korban). Seperti yang saya bilang, bila film ini diolah oleh orang lain, mungkin naskah akan menuliskan Greta dan Dan saling jatuh cinta dan terjebak cinta segitiga. Namun Begin Again menjabarkan kehidupan plus persoalan cinta mereka masing-masing tanpa membuat chemistry keduanya menjadi renggang atau nampak ganjil. Bukankah di dunia nyata memang jalinan hubungan kadang tidak hanya bisa dikelompokkan dalam golongan “teman” atau “kekasih”?. Semua tidak tertebak dan seringkali tanpa penjelasan. 

Maka Begin Again memperlihatkan fokus tentang kolaborasi Gretta-Dan sekaligus mengeksplor karakter keduanya dengan menarik. Ceritanya memang bergulir sederhana yaitu tentang cinta yang berubah, tentang hubungan ayah dan anak yang berusaha diperbaiki, tentang semangat untuk terus bermusik namun yang membuat semua terasa berarti adalah karena film ini secara tidak langsung memperlihatkan dirinya menjadi perlawanan atas banyak hal. Perlawanan atas industri yang seringkali tidak ramah pada talenta-talenta baru karena dalih mengikuti pasar. Perlawanan atas apa itu definisi mimpi dan kesuksesan yang sering dianggap mutlak. Perlawanan tentang akhir bahagia versi film-film romantis pada umumnya. Kita tahu bahwa begitu banyak film tentang orang-orang yang mengejar mimpi mendefinisikan bahwa kesuksesan adalah tentang menang, terkenal, kaya dan dipuja banyak orang. Begitu mudah kemudian itu mempengaruhi pikiran-pikiran di dunia nyata bahwa mimpi ada dan harus berakhir di panggung penuh eluan penonton sebagai pertanda keberhasilan. 

Film ini ingin menunjukkan kita cerita-cerita lain yang lepas dari itu semua. Bahwa tujuan akhir setiap orang memang berbeda-beda. Baik Gretta, Dan atau Dave adalah bintang-bintang yang tersesat yang berusaha menentukan tempatnya masing-masing. Bila kesuksesan ala Dave yang lebih sering ditampilkan dalam film-film tentang usaha mengejar mimpi, sangat menarik untuk kali ini kita mendapat sudut pandang yang berbeda dari kacamata Dan – Gretta.

Begin Again, pada akhirnya seperti mengingatkan saya kembali puluhan cerita tentang suka-duka orang-orang kecil yang bermimpi dan datang ke kota besar, yang seringkali harus berpisah karena perbedaan cara dan visi. Orang-orang yang putus asa dan berusaha bangkit. Mereka yang berusaha tetap menertawai keadaan apapun kesulitan yang terjadi. Tentang mereka yang tidak mendapat kesempatan dan berusaha membuat kesempatan itu sendiri. Lebih dari sekedar kado manis lewat lagu-lagu yang dihadirkan, dalam perjalanannya Begin Again adalah kedewasaan yang berhasil menyentuh hati. 


 

Comments

Other side of me

My MUBI

In Theaters