Readers

Representasi Kekerasan dan Perempuan Dalam An Unseen Enemy (1912)


An Unseen Enemy // 1912 // Sutradara : D.W Griffith, Amerika // Pemain : Lillian Gish, Dorothy Gish, Harry Carey, Robert Harron


Minggu kemarin saya menonton An Unseen Enemy, film bisu hitam-putih berdurasi 15 menit karya D.W Griffith. An Unseen Enemy menceritakan dua gadis bersaudara yang ditinggal mati sang ayah dan mendapat harta sebagai warisan peninggalannya. Oleh sang kakak, harta itu disimpan di sebuah brankas rumah mereka namun ternyata diketahui keberadaannya oleh sang pembantu yang berniat jahat. Maka kemudian bagian menegangkannya lahir ketika sang pembantu bersekongkol dengan seorang pria untuk membobol brankas tersebut sementara di ruang sebelah Gish bersaudara mengunci pintu karena ketakutan. Hanya lewat lubang di sebuah dinding, sang pembantu meneror mereka dengan mengacungkan sebuah pistol. 






An Unseen Enemy lebih banyak diingat sebagai film pertama yang memperkenalkan Gish bersaudara walau sebenarnya saya merasa momen pistol yang ditodongkan di dalam lubang dinding itu adalah momen emas sebagai simbol kekerasan. Film yang dirilis 104 tahun yang lalu ini mengusung ide home invasion selayaknya Home Alone (1990) atau Panic Room (2000) -nya David Fincher di masa moderen. Nampak juga resepnya tak begitu jauh dengan home invasion jaman sekarang dimana ada perpaduan antara telepon sebagai alat darurat pencari bantuan, protagonis yang lemah dan penjahat yang berkuasa lewat ancaman kekerasan.

Mungkin ini berhubungan dengan keanakbaruan saya dalam mengenal sinema bisu. Kekerasan dalam sinema moderen sudah biasa apalagi momen vulgar terhadap wanita lemah sebagai objeknya. Adegan pistol yang diambil close-up diarahkan pada penonton pun juga menjadi shot yang lazim (contoh cepat : ending Goodfellas). Namun melihatnya dalam medium bisu adalah penemuan baru. Ini bukan yang pertama juga mengingat sepengetahuan saya The Great Train Robbery yang rilis tahun 1903 memasang adegan pamungkas seorang pria mengarahkan pistol ke arah penonton (di masanya sangat mengejutkan layaknya adegan kereta melintas dalam film Lumiere) namun secara pribadi, An Unseen Enemy menarik karena ini potret pertama yang saya lihat sebagai representasi kekerasan dengan objek wanita.

Picture
Buat saya ini gambar klasik : histeria Dorothy Gish dan pistol yang tepat dihadapannya.

Adegan pistol yang dimoncongkan di lubang dinding memang tak sehistoris The Great Train Robbery bahkan ada logika yang gatal kenapa Gish bersaudara tidak merebut pistol itu untuk menghindari kena tembakan (sejujurnya film ini pun memiliki banyak lubang plot lain). Namun adegan ini berkesan karena melibatkan pistol dan perempuan, ada ketidakberdayaan tergambar sebagaimana Gish bersaudara mewakili peranan gadis muda yang penakut, rapuh dan terguncang untuk menghadapi ancaman tembakan. Dengan alunan musik yang ikut memperkuat suasana suspense, adegan pistol ini menjadi mendebarkan dan Gish bersaudara mengimbanginya dengan berakting pas. Film ini juga diisi dan diakhiri side plot romantic comedy antara Dorothy Gish dan Robert Harron yang di film sangat cute dan bertindak sebagai penyelamat.

An Unseen Enemy memang bukan film bisu yang sempurna dan bahkan seakan berakhir begitu saja mengingat durasinya juga hanya 15 menit. Namun saya menikmati keseluruhannya bahkan ending romcom-nya terasa lumayan manis. Soal gambaran kekerasan dan ketidakberdayaan perempuannya mungkin bukan potret yang pertama ditampilkan oleh film ini (mengingat banyak film bisu yang hilang, tidak teridentifikasi dan juga pengetahuan saya sendiri juga tidak sedalam itu) namun momen pistol itu adalah salah satu momen perlambang kekerasan yang menjadi favorit saya pribadi.

PR saya selanjutnya menonton Suspense (1913) yang punya cerita home invasion hampir sama dengan An Unseen Enemy dan kabarnya jauh lebih baik lagi.





Ada sedikit ulasan menarik tentang "A Girl and A Gun" disini : 
http://www.thecinetourist.net/a-girl-and-a-gun.html

Comments

  1. Pembetulan : aktor yang menjadi penyelamat itu Robert Harron :)

    ReplyDelete
  2. @Vanilla Ice cream : sudah diralat. Terima kasih ya. Masih suka salah2 nama aktor masih anak baru untuk silent films XD

    ReplyDelete
  3. An Unseen Enemy // 1912 // Sutradara : D.W Griffith, Amerika // Pemain : Lillian Gish, Dorothy Gish, Harry Carey, Robert Harron
    ผลบอล

    ReplyDelete

Post a Comment

Other side of me

My MUBI

In Theaters