Readers

Marty (1955) : Melajang Dalam Aturan-Aturan Lama




Marty // 1955// Sutradara : Delbert Mann, Amerika // Pemain : Ernest Borgnine, Betsy Clair, Esther Minciotti, Jerry Paris



"What do you feel like doin' tonight?"



Pertanyaan itu sudah biasa didengar Marty (Ernest Borgnine) setiap malam minggunya diucapkan oleh temannya yang sama nganggur-nya . Diceritakan Marty, pria bertubuh subur berumur jalan 35 dan masih melajang. Seperti layaknya orang yang tinggal di kota kecil dan menjalani rutinitas layaknya orang umumnya, Marty juga berpikir tentang menikah dan sudah teramat bosan nongkrong tidak jelas bersama teman-temannya. Ditambah lagi, tekanan sosial harus dihadapi Marty dari orang-orang di tempat kerjanya. Marty anak tertua tapi malah yang tertinggal sementara semua saudaranya sudah menikah dan punya anak. Karena tak menikah jugalah Marty masih tinggal bersama sang ibu (Esther Minciotti). Sang ibu tentu menyarankan anaknya segera mencari jodoh, sehingga tekanan yang dihadapi Marty semakin bertambah ganda. 



Suatu hari, Marty bertemu Clara (Betsy Blair) lewat kejadian tidak sengaja di pesta dansa. Clara ternyata adalah Marty versi perempuan yang sial dalam percintaan. Tak berjalan lama, Marty pun mulai menemukan kecocokan dengan Clara dan merasa inilah kesempatannya terbebas dari semua pertanyaan ala-ala kapan kawin yang disodorkan semua orang disekitarnya. Tapi apakah semua orang setuju dengan rencananya? Termasuk ibunya sendiri?


Film ini menarik dari banyak sisi dan bahkan masih relevan dikorelasikan dengan permasalahan di masa sekarang. Filmnya bukan hanya bicara tentang tuntutan sosial pada mereka yang melajang tapi juga bicara tentang hal-hal personal seperti keharusan hidup untuk memisahkan diri dengan orangtua. Bagus sekali. Hangat, manis, sedih dan realistis. 


Marty berbicara tentang banyak hal. Pertama, tentang isu melajang yang menghadapi tekanan baik dalam lingkup sosial dan lingkaran keluarga. Istilah "bujang lapuk" atau "perawan tua" yang dalam potret dunia Marty mungkin masih jadi stempel buruk, hal yang memalukan atau sebuah nasib naas. Tentu berbeda situasi dengan sekarang, terutama di kota-kota besar yang menganut arus modernisasi, ketika menjadi lajang bukan lagi aib melainkan pilihan. Tapi bahkan masih banyak lingkungan sosial yang menganut aturan-aturan lama bahwa seseorang harus menikah dan tanggapan miring bila ia terus melajang. 

Marty berada dalam dunia lama dan ia tidak melawan. Begitupun Clara. Yang kemudian menarik untuk dibaca dalam film ini adalah peranan orang-orang terdekat Marty yang punya pengaruh dalam merecoki urusan asmara Marty. Seperti cerminan di dunia nyata ketika hubungan pribadi seperti percintaan dan jodoh ikut jadi campur tangan orangtua dan teman-teman terdekat, Marty juga memuat hal yang serupa. Perhatikan saat Marty menghadapi dilema antara menghubungi Clara atau berkumpul bersama teman-temannya, Atau saat ibunya agak keberatan dengan sosok Clara. Ada ketidaknyamanan dalam diri Marty bila membangkang, karena ada aturan-aturan lama dan ia menganggap penting peranan orang-orang tersebut dalam hidupnya. Di kehidupan nyata kita pun bisa menjadi demikian saat mungkin ibu kita kurang setuju dengan kepribadian kekasih kita atau malah saat orang terdekat dalam lingkaran sosial kita kurang mendukung. Marty membuka diskusi tentang peranan masyarakat sosial yang begitu mempengaruhi diri sendiri sampai ke masalah yang paling pribadi.  Tidak cuma itu, Marty juga membuka lagi pertanyaan yang selama ini selalu kita tunda untuk pikirkan saat dewasa : apa yang akan terjadi pada orangtua kita bila kita sudah menikah dan memiliki hidup baru? 

Dengan nilai-nilai kehangatan dan romantisme antara Ernest Borgnine-Betsy Clair yang menawan, Marty adalah film santai yang berbicara tentang pahit-manis kehidupan begitu dalam. Menyaksikannya seperti menonton It's A Wonderful Life dengan sedikit sentuhan Ozu-esque. Disinilah Ernest Borgnine (yang juga dikenal sebagai pemeran Barnacle Boy di Spongebob) mendapat piala Oscar-nya  untuk Aktor Terbaik. Dan ia pantas untuk Marty.


Comments

  1. salam pecinta film.
    bolehkah kita berbagi link blog review film ?
    blog saya di [iza-anwar.blogspot.com]

    terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
  2. There's SHOCKING news in the sports betting industry.

    It has been said that any bettor needs to see this,

    Watch this now or stop betting on sports...

    Sports Cash System - Robotic Sports Betting Software.

    ReplyDelete

Post a Comment

Other side of me

My MUBI

In Theaters