Readers

La Promesse (1996) : Tentang Moralitas dan Konsekuensi



La Promesse // 1996 // Sutradara : Jean-Pierre Dardenne - Luc Dardenne, Perancis // Pemain : Olivier Gourmet, Jeremie Renier, Rasmane Ouedraogo


Suatu hari teman saya bercerita tentang seseorang yang mengambil ponsel orang lain. Padahal dari segi profesi, ia sangat berkecukupan. Kebanyakan orang maka mempertanyakan maksud dari orang tersebut merampas hak orang lain dan jelas menuduh perbuatannya itu salah.

Beberapa bulan setelahnya saya menonton film ini. Dan saya lalu jadi mempertanyakan kembali, adakah batas kepastian untuk kita mengetahui mana yang benar atau salah untuk kita lakukan? Dan mungkin juga membantu membuat saya lebih memahami motif pelaku dalam cerita teman saya tersebut.




La Promesse dibuka dengan adegan seorang anak lelaki bernama Igor yang menolong seorang nenek tua memperbaiki mobilnya, namun ia diam-diam mengambil dompet nenek tersebut. Ia mengambil uang itu tanpa merasa takut atau peduli pada nasib sang nenek. Igor bahkan mengubur dompet itu ke dalam tanah agar bukti bahwa ia telah mencuri tidak bisa ditemukan. Adegan ini adalah clue atau pembuka yang tepat yang akan membawa kita memahami tujuan adegan-adegan berikutnya sepanjang film, sekaligus awal dari pengenalan batasan moral karakter utama kita.

Tekanan terhadap apa yang menjadi pegangan Igor tentang batas benar dan salah datang saat ia terkait dengan peristiwa kecelakaan Hamdolau. Ia menuruti jalan pikiran ayahnya walau ternyata ragu dan membangkang juga di akhir. Ternyata Igor sang pencuri juga masih punya batasan itu. Menurutnya, tidak menyelamatkan nyawa seseorang adalah sesuatu yang salah. Lewat sudut pandang Igor kita menyaksikan bagaimana hatinya berperang dan melawan sang ayah yang hanya ingin cari aman, bahkan ia kemudian bisa belajar mengelola sisi baik dalam dirinya sendiri yang tidak kita temukan di awal film : untuk mau membantu orang lain dan tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Lewat La Promesse, maka diskusi tentang moralitas yang selalu abu-abu itu kembali terbuka. Moral sebagi lambang kepatutan yang mampu membuat kita jeli untuk mengetahui sesuatu atau tindakan itu apakah baik atau buruk, apakah benar atau salah untuk kita. Apakah mencuri uang adalah sesuatu hal yang buruk? Apakah tidak membantu menyelamatkan nyawa seseorang bisa dibenarkan? Batasan nilai setiap orang berbeda-beda karena sangat bergantung pada nilai-nilai sosial, lingkungan dan pendidikan yang mempengaruhinya sejak dini. Itu jugalah yang membuat Igor merasa tidak bersalah ketika mengambil dompet nenek tua di awal film. Menurut pembelaan Igor, uang bisa dicari lagi dan mencuri bukanlah kejahatan terbesar. Dengan alasan seperti itu Igor merasa wajar juga membenarkan tindakannya, meski mungkin dalam kacamata penonton termasuk kita akan berpendapat sebaliknya.

La Promesse adalah film tahun 1996 dan sebenarnya film ini memiliki pola yang sama seperti Rosetta, Two Days One Night atau The Kid With A Bike : tentang konsekuensi dan tanggung jawab terhadap masalah yang menimpa sang karakter utama. Dalam Rosetta, konflik moral bertumpu pada motif karakter yang terdesak situasi sosial dan ekonomi. Two Days One Night yang memasang Marion Cotilard lebih dewasa karena menekuni sebuah pembelajaran tentang toleransi terhadap masalah-masalah orang lain sementara The Kid With A Bike memperlihatkan dunia seorang anak yang belajar bertanggung jawab ketika dihadang serentetan peristiwa akibat ulahnya yang masih naif.

Biasanya karakter-karakter film Dardenne Brothers adalah mereka yang berasal dari kaum pekerja seperti buruh atau kelas menengah ke bawah yang terlibat dengan keharusan mencukupi hidup sehari-hari. Konfliknya pun tidak besar atau bahkan bersumber dari hal yang terkesan remeh-temeh, namun tampilan mengikuti keseharian psikologi karakter disajikan dengan amat efektif. Karakter utama biasanya bermasalah baik dari segi kepribadian, kemampuan bersosial, terpinggirkan atau pula haus kasih sayang.

Lewat tangan Dardenne Brothers, semua cerita atau polesan karakter tersebut menjadi teramat berharga bahkan sampai menekuni kaitannya dengan pola keluarga, interaksi sosial, terlebih yang ditegaskan dalam La Promesse ini : sisi humanis, konsekuensi dalam menyikapi satu tindakan dan batasan baik-buruk yang lebih luas lagi pemahamannya dari sekedar norma sosial yang biasa diatur di masyarakat.

A must see.





Comments

  1. salam pecinta film.
    bolehkah kita berbagi link ?
    blog saya di [iza-anwar.blogspot.com]
    jangan lupa klik follow di pojok kanan atas juga ya ?

    terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Other side of me

My MUBI

In Theaters