The Chaser (2008) : Lebih Dari Sekedar Mengejar dan Dikejar

http://3.bp.blogspot.com/-W78Uqz15s8A/Vjaq4adxK8I/AAAAAAAAGkE/4mu6Btnbvbg/s640/thechaser2.jpg

The Chaser // 2008 // Sutradara : Na Hong Jin, Korea Selatan // Pemain : Kim Yoon Seuk, Ha Jung-Woo, Seo Young-Hee, Kim Yoo Jung

Awalnya Joong Ho (Kim Yeon Sook) mengira tak terjadi apapun yang serius pada wanita-wanitanya yang menghilang. Mungkin mereka melarikan diri atau dijual, batinnya. Maklum mantan detektif itu adalah semacam germo, dan tak terlintas di pikirannya sama sekali bahwa para wanitanya itu menghilang misterius karena ulah psikopat Je Yeong Min (Ha Jung Woo). Ketika kemudian seorang wanita kembali jatuh ke jebakan sang psikopat, Joong Ho pun secara pelan-pelan mulai sadar ada sesuatu yang aneh dan menyelidiki teka-teki ini. Sudah dibuka dengan plot seru ala detektif, maka The Chaser ngebut membuat proses kejar-mengejar ini  membawa filmnya naik level dari sekedar film drama menegangkan biasa.


Bila menyukai I Saw The Devil, pasti menyukai film ini. Masih bermain permainan kucing memburu tikus, masih akan membuat hati geregetan, cemas, meskipun ada pula saat-saat dimana rasanya pembuat film terasa terlalu mengulur-ngulur porsi film (mungkin biar penonton semakin gregetan dan mencapai klimaks emosional yang diharapkan). Sebenarnya saya bakal lebih memilih I Saw The Devil yang lebih  berdarah-darah kalau saja pembuatnya tak memasukkan plot chemistry anak kecil dan Joong Ho itu. Namun karena saya orangnya sentimental dan suka semua cerita film yang berhasil mengangkat tema father-daughter wanna-be chemistry, The Chaser jadi terlihat lebih berbumbu. Plot ikatan batin sang gadis kecil dengan Joong Ho yang sebenarnya tipikal pria kurang bisa simpatik ini juga sepintas mengingatkan pada Won Bin dan gadis kecil yang dia berusaha selamatkan di film The Man From Nowhere/Ajeossi (2010) yang juga saya sukai karena sisipan tema tersebut. Bedanya Won Bin lebih lembut, Joong Ho ini karakter pria kasar yang cuek, tak pedulian, namun lambat laun kita bisa lihat ia punya empati juga, ia punya sisi lembut, tidak dengan belaian atau kata-kata manis tapi dengan segala tindakannya.

Menegangkan semenjak awal, The Chaser memang benar-benar setia pada judulnya : semuanya tentang mengejar dan dikejar. Oh ya, film ini juga menyinggung soal sikap pihak kepolisian yang berbelit-belit, ribet dan “selalu-telat-untuk-mengambil-langkah-yang-benar” (selain stereotip selalu telat datang ke TKP tentunya). Formula macam ini banyak di film-film dan entah kenapa saya suka bagaimana film ini jadi semakin memperjelas suasana realistis kinerja kepolisian selama ini. Beberapa orang mungkin menyebutnya “bumbu film” tapi buat saya ada singgungan tajam berupa realita yang ingin dilukiskan disitu.


Alhasil, The Chaser bisa tampil dengan tubuh yang terbilang proporsional, tak hanya sekedar thriller biasa eseorang yang menuntut balas dendam dari seorang psikopat (pakem yang sebenarnya bisa saja jatuh membosankan bila tak ditangani oleh orang yang tepat). Selain I Saw The Devil, The Chaser juga masuk dalam jajaran film-film Korea terbaik bertema balas dendam lainnya seperti Vengeance Trilogy-nya Park Chan Wook yang sangat saya sukai itu. Meski kalau mesti dibanding-bandingkan dengan kebiadaban I Saw The Devil atau gaya cantik dan rapi Park Chan Wook di Vengeance Trilogy, saya akan menaruh The Chaser di posisi paling bontot.



P.S : Ada pesan yang tersirat dari betapa 'baiknya' Joong Ho di film ini. Seabai, selicik, dan sekotor apapun seseorang nampak terlihat, rasa empati dan kesadaran untuk memperbaiki keadaan karena dinodai oleh kesalahan diri sendiri bisa membuat orang siap menunjukkan sisi paling putihnya. Joong Ho adalah pahlawan sebenarnya. Semua orang sering berbuat salah, namun tidak setiap orang mau melangkah habis-habisan seperti dia untuk melakukan 'penebusan dosa'.



Comments