Readers

Carrie (2013) : Lebih Jelita, Lebih Tak Bernyawa



http://realtalkrealdebate.files.wordpress.com/2013/10/carrie-white.jpg 

Carrie // 2013 // Sutradara : Kimberly Pierce, USA // Pemain : Chloe Grace Moretz, Portia Doubleday, Julianne Moore



Anggaplah menonton Carrie versi 2013 adalah seperti menjumpai seorang gadis secantik Chloe Grace Moretz secara langsung, dia bercerita denganmu tentang kehidupannya yang kelam dan sering dibully teman-teman, saat pertama kali berjumpa dan melihat raut wajahnya yang putih bersih, hidung kembang-kempis yang unik serta senyumnya yang chubby, kamu tidak percaya dia dianggap orang paling aneh disekolahnya. 



Apalagi ketika gadis cantik itu bilang bahwa “pesaing berat” nya adalah semacam Portia Doubleday (memerankan tokoh antagonis Chris Hargensen disini), yang mukanya rata-rata jauh dibawah dia. Sekolah macam mana yang secara tidak adil membuat hidup gadis cantik semalang itu?  Nikita Willy dan pesinetron cantik lainnya sering kena kasus miscast dimana mereka berperan sebagai cleaning service, kernet, tukang jamu, sampai orang buta miskin. Tapi masa sih perkara seperti itu sampai harus melangkah ke jenjang layar lebar oleh Hollywood?

Carrie, disutradarai oleh Kimberly Pierce (Million Dollar Baby, 1999) adalah salah satu bahan ujicoba Hollywood untuk mengutak-ngatik klasik, Carrie versi originalnya diperankan dengan cemerlang oleh Sissy Spacek (yang tetap tak tergantikan) sementara sosok ibu fanatik menyeramkan diperankan oleh Piper Laurie yang bahkan sampai saat ini, kegilaannya masih saya ingat benar. Sebelum versi 2013 ini terbit, Carrie sempat punya potret selain Sissy Spacek yang sudah terlanjur ikonik yaitu Angela Bettis yang sebenarnya cukup punya potensi karena sama-sama punya wajah patut dikasihani. Sayangnya Carrie (2002) arahan David Carson  itu juga tak bisa lebih baik, kalau bisa dibilang buruk----dan bahkan sampai saat mengetik ini pun saya tidak ingat lagi bagaimana filmnya, karena tak ada yang terlampau istimewa disana.

Masalah remake vs classic memang susah-susah gampang, beberapa bisa berhasil menjelma jadi medium baru dan lepas dari bayang-bayang originalnya, tapi kebanyakan kasus masih gagal total dan terlupakan. Carrie versi Kimberly Pierce sayangnya masuk pada pilihan kedua. Tidak ada yang menarik dalam versi untuk generasi medsos ini, kecuali bahwa Carrie-nya lebih jelita, Tommy-nya lebih charming, dan penggambaran kekuatan Carrie yang sayangnya tidak membuatnya lebih bernyawa. Carrie hanya mengulang cerita dari versi aslinya, disesuaikan dengan kondisi zaman, tapi disaat menonton tidak berhasil membuat saya ingat sedang menonton Carrie atau salah satu sekuel X-Men.

Sangat disayangkan karena Julianne Moore terlihat keras usahanya sebagai sosok ibu fanatik gila agama, tapi tetap tidak bisa menyelamatkan film ini. Jelitanya Chloe Grace Moretz juga adalah salah satu hal fatal yang kalau bisa dibilang salah satu perannya yang paling mudah terlupakan.

Kembali ke obrolan bersama gadis cantik mirip Chloe Grace Moretz di awal tadi, selain semua cerita kelam dan kisah sedihnya, kesimpulan semua lelaki yang menjumpainya akan sama : tidak akan peduli apalagi simpati kecuali hanya ingin berlama-lama mengamati wajah cantiknya. Atau mungkin itu pula alasan orang menonton film ini.

....Atau juga untuk memenuhi fantasi para pria mau lihat Chloe Grace mandi darah disekujur tubuhnya? Eh.

P.S : Mungkin bisa dibilang resensi saya terpengaruh dan terlalu membanding-bandingkan ke versi Brian De Palma di tahun 1976. Tapi seharusnya sebuah film yang baik bisa membuat orang lupa akan bayang-bayang originalnya, contoh untuk yang baru-baru ini adalah ketika saya menonton Evil Dead (remake dari Evil Dead karya Sam Raimi) atau The Uninvited (remake dari A Tale of Two Sisters – Kim Jee Won, yes saya suka). Remake bukan hanya tentang mengulang bahan cerita yang sama yang disesuaikan untuk generasi selanjutnya. Carrie adalah pelajaran bahwa kecelakaan miscast bisa mempengaruhi keseluruhan film. Dan kalaupun anda bertanya, bagaimana dengan penonton yang belum pernah menonton versi 1976-nya dan sama sekali tidak mengenal sosok Sissy Spacek? Kembali lagi kepada selera masing-masing, tapi prediksi saya pun film ini tak akan terlalu membekas di ingatan anda sepanjang tahun ini.

 




Comments

  1. Hi! Great site! My name is Maddie. Do you have an email address I can contact you on? Thanks and have a great day!

    ReplyDelete
  2. @Madison hi madison, yes, you can email me at itsmaudy@gmail.com :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Other side of me

My MUBI

In Theaters