Readers

Melihat Diri Sendiri Dalam Frances Ha (2012)


 http://www.fjordreview.com/wp-content/uploads/2013/09/frances-ha-2.jpg

Frances Ha // 2012 // Sutradara : Noah Baumbach, USA // Pemain : Greta Gerwig, Mickey Sumner, Adam Driver, Michael Zegen


 Kita pasti pernah mengalami saat dimana kita terjebak dalam masalah atau tidak memiliki tujuan yang spesifik tentang langkah selanjutnya dalam hidup. Sekarang bagaimana kalau kita disajikan sebuah cerita tentang slice of life seseorang yang mengalami fase tanpa tujuan yang jelas tersebut? Tanpa perlunya konflik berat yang dipertontonkan film-film pada umumnya melainkan kitalah yang mesti menggali konflik dan apa yang sebenarnya yang tengah terjadi didalam film itu.


Frances Ha datang dari Noah Baumbach (Squid and the Whale), skenarionya juga ditulis oleh dia dan Greta Gerwig yang berperan sebagai Frances Ha sendiri. Ketika membaca sinopsisnya untuk pertama kali, saya tidak cukup mendapat gambaran jelas tentang bagaimana filmnya. Ini dikarenakan ternyata filmnya sendiri memang memilih cara unik untuk mengungkap kehidupan tokoh utamanya. 

Frances Ha, 27 tahun (Greta Gerwig) adalah seorang penari yang sedang memperjuangkan mimpinya sebagai profesional dancer, baru saja putus dengan pacarnya karena lebih memilih mempertahankan persahabatannya dengan Sophia yang memang benar-benar dekat dan sudah satu jiwa dengan Frances. Suatu hari, Sophia pindah ke apartemen lain dan ini membuat Frances mau tak mau juga harus pergi dari tempatnya, membawanya mengenal Lev (Adam Driver) dan Benji yang menjadi teman baru dimana Frances tinggal. Masalah persahabatannya dengan Sophia kemudian mulai menjauh dan ini ternyata membawa efek yang sangat besar bagi Frances, apalagi ternyata prospeknya dalam menari pun tak cukup menjanjikan.

Bila Frances Ha adalah film “biasa” yang disajikan dengan cara "biasa" seperti film drama Hollywood pada umumnya, maka kita akan dibawa pada plot medioker semisal Frances mengalami konflik percintaan antara Lev atau Benji, masalah keuangan yang membuatnya putus asa atau bagaimana ia mengambil keputusan-keputusan lainnya yang digambarkan secara dramatis. Frances Ha tidak menyajikan itu. Frances Ha bercerita tentang Frances Ha, tentang masalah yang dihadapinya dan tentang konsekuensi yang harus diambilnya setelah melalui proses up and down tersendiri. Film ini serupa lautan lepas yang terombang-ambing, dimana kendali film terasa longgar tanpa kepastian.
Studi karakter, ya itu adalah kata yang tepat. Kita disodorkan sosok Frances Ha yang sebenarnya serupa dengan seseorang dari kehidupan sehari-hari atau malah adalah kita sendiri. Kita diajak mengunjungi kehidupan Frances dengan melihat bagaimana aksi dan reaksinya dalam menghadapi serangkaian situasi. Kikuk, canggung, bertingkah dan berkata spontan, aneh dan basa basi.
Ada sebuah adegan menarik ketika makan malam di rumah teman Frances, Rachel (Grace Gummer) dimana disana kita bisa menyaksikan tindak-tanduk Frances beradaptasi dan bagaimana pandangan semua orang di meja makan melihatnya sebagai seseorang yang terlihat aneh dan ngelantur, kita sebagai penonton bisa merasakan keanehan  macam apa yang dirasakan orang-orang tersebut namun disisi lain kita tetap bisa memegang simpati pada sosok Frances lantaran kita tahu apa masalahnya. Atau malah sebenarnya dalam kehidupan nyata, kita pun secara tidak sadar bisa bereaksi serupa Frances bila menghadapi tekanan dan suasana baru didepan kita. Disanalah kedekatan kita secara personal dengan apa yang dirasakan Frances bisa hadir. Kita seringkali membuat diri kita terlihat bodoh, hilang arah, menyembunyikan perasaan, menjauh dan melarikan diri sebelum akhirnya dapat mengambil keputusan penting dan kembali deal memahami diri sendiri. Noah Baumbach memperlihatkan bagaimana spontanitas dalam sehari-hari yang terasa datar juga bisa tetap mengundang ketertarikan penonton, membuat kita bahkan tetap merasakan indah, manis, sedih dari permasalahan yang dialami para karakternya walau tanpa bumbu konflik yang dramatis atau terlampau berat.

Frances Ha mengibaratkan Frances sebagai seseorang yang menjalani hidup tanpa pola kepastian, bagaimana ia diberikan ujian untuk membuatnya kembali mempertanyakan mau dibawa kemana hidupnya lalu memperjuangkannya, mengalami proses sampai akhirnya dapat bertanggung jawab dan memegang kendali kembali.  Dalam proses itu tersebut kita bisa melihat banyak wajah Frances tanpa sadar hadir di layar : sisi kesepian, indikasi introvert, periang, sisi dimana ia bisa ditemukan dekat dengan semua orang atau malah saat ia dipandang sebelah mata dan dijauhi. It feels so close with our lives. Karena apa yang diekspresikan Frances adalah apa yang juga sadar atau tanpa sadar menjadi ekspresi kita selama ini.

Format hitam-putih juga membuat film ini terasa semakin istimewa. Greta Gerwig memberikan performa yang sangat berhasil ketika  Mickey Sumner, Adam Driver dan Michael Zegen juga mampu mengimbangi sebagai tokoh-tokoh pendamping Frances. Memang rasanya Frances Ha akan segmented untuk bisa disukai, apalagi dengan plot tipis tanpa adanya kejutan atau intrik-intrik dramatis. Penonton sepenuhnya harus bisa menggali dan menyimpulkan apa yang terjadi, menganalisa bagaimana Frances dan kenapa ia melakukan tindakan-tindakan yang dipilihnya, sembari  membuka pandangan lebih lebar lagi bahwa bisa jadi Frances Ha itu adalah cerminan diri  sendiri.


 

Comments

Other side of me

My MUBI

In Theaters