Readers

Catatan Menonton Bulan November Tahun 2013

Memiliki waktu senggang tampaknya adalah surga dan baru saja saya dapatkan di awal November ini. Beberapa pemikiran sudah tertahan berbulan-bulan untuk dimuntahkan, dan akhirnya inilah waktunya. Mungkin rasanya saya masih terlalu malas sehingga masih lebih nyaman memakai penjabaran dengan sistem kumpulan review mini. Film-film berikut adalah pilihan random yang ditonton juga secara random, ada yang bertema kekeluargaan, komedi, suguhan performa balet sampai drama kehidupan yang begitu dekat dengan sehari-hari kita. Semoga bisa menjadi referensi.




STOKER (2013, Park Chan Wook)


http://www.ioncinema.com/wp-content/uploads/2013/01/stoker-review.jpg

 Stoker. Ia cantik dan dingin persis seperti India yang dipotretkan oleh Mia Wasikowska. Stoker memang diselamatkan oleh gelapnya kepribadian keluarga Stoker itu sendiri : kegilaan yang tersembunyi, karakter-karakter putus asa dan terperangkap, yang dibungkus sinematografi super jelita. Kali ini saya harus menyebut lagi bahwa Mia dan karakter India-nya lah yang menjadi pionir utama paling saya suka. Sisipan coming-of age paling muram, mungkin?



ABOUT A BOY (2002, Chris Weitz, Paul Weitz)

http://www.ruthlessreviews.com/wp-content/uploads/2006/03/about_a_boy.jpg

Seorang pria merasa ia adalah pulau, ia bisa independen sendiri tanpa perlu keterkaitan relationship jangka panjang dengan orang lain.  Bukan hanya a family-theme movie tapi juga cerita tentang seorang anak yang mencari sosok ayah dan kasih sayang ditengah ketidaktahuan akan konsep keluarga proporsional. Manis, hangat, namun juga memancing tawa ringan.




COMRADE : ALMOST A LOVE STORY (1996, Peter Chan)

http://www.chinawhisper.com/wp-content/uploads/2012/12/Almost-a-Love-Story-picture.jpg

Kamu percaya takdir? Menurut film ini, perlu bertahun-tahun untuk bisa merasa, menyangkal, menimbang-nimbang sampai pada akhirnya menerima dan berusaha menemukan cinta kembali. Memang mekanisme cinta jalannya tidak seinstan FTV yang kamu tonton jam 12 siang.

 

THE CURIOUS CASE OF BENJAMIN BUTTON (2008, David Fincher)

http://giggsey.com/videos/images/2b892055465a9fe2bed229403b3b29cb.png

Wah ternyata David Fincher bisa juga membuat saya agak bosan. Film dengan ide menarik tapi entah karena waktunya yang tidak tepat atau apa, saya terkantuk-kantuk menontonnya. Tetap lumayan sih.


THE SIMPSONS MOVIE (2007, David Silverman)

http://images.wikia.com/simpsons/images/8/8e/The_Simpsons_Movie_34.JPG

Kampret si Homer.



HANA AND ALICE (2004, Shunji Iwai)

http://farm2.staticflickr.com/1332/4732552202_a76f804fa5_z.jpg

Dua remaja mulai mencari tahu apa itu cinta, kasih sayang, hal-hal baru yang tidak pernah mereka rasakan. Adegan ballet Alice adalah salah satu momen terbaik, mendeskripsikan pada akhirnya ia berhasil tampil berani dan percaya diri. Shunji Iwai sekali lagi berhasil memotret sosok dua tokoh lugu nan eksentrik yang dibumbui dengan persahabatan yang manis.



SAVE THE LAST DANCE (2001, Thomas Carter)

http://skymovies.sky.com/image/unscaled/2013/02/18/SVOD-L-Save-the-Last-Dance.jpg

Lesson learned : Boys who can dance is the most romantic typical you must date. Julia Stiles tampil cemerlang ketika lawan mainnya (Sean Patrick Thomas) juga memancing chemistry yang asyik. Bukan cerita besar memang, kritikus juga banyak menilai film ini dengan skor rendah, tapi buat saya cerita struggle Sara antara mencapai cita-cita juga cintanya cukup berkesan di hati. Just, fuck you, haters.


STILL WALKING (2008, Hirokazu Kore-eda)

http://www.trigon-film.org/en/movies/Still_Walking/photos/large/Stillwalking2.jpg

Seperti mengunjungi rumah nenek dikampung halaman. Ramai oleh suara cucu-cucu dan keponakan tapi pada akhirnya semua sanak keluarga harus pergi dan tinggallah mereka kembali sepi. Pahit memang, tapi memang begitulah hidup. Film ini sepertinya bayi dari sang ibu berpuluh-puluh tahun lalu. Namanya Tokyo Story kepunyaan Yasujiro Ozu.



SEVEN SOMETHING (2012, Jira Maligool, Adisorn Tresirikasem, Paween Parijtipanya)

http://bk.asia-city.com/sites/default/files/imagecache/item_image/7something4501_0.jpg

Surprisingly so good!
Cerita pertama : tentang pecandu social media yang saya yakin baik anda maupun saya akan merasa tersindir.

Cerita kedua : Cerita yang paling saya suka. Tentang perjalanan cinta pasangan artis selepas turun pamor diceritakan mondar-mandir dalam bentuk flashback-masa kini. Pas pahit manisnya. Romantis tapi juga menyentuh.

 Cerita ketiga : Bab terakhir tentang harapan dan keinginan memperbaiki hidup. Tidak peduli berapapun usiamu. Dipagari dengan cerita cinta beda usia ditambah Nickhun 2PM yang manis. Habis nonton segmen ini dijamin langsung jogging untuk memburu jodoh.


ACHILLES AND TORTOISE (2008, Takeshi Kitano)

http://farm4.static.flickr.com/3566/3422378364_5a879dd75b_o.jpg

Bila yang dicari adalah kisah motivasi mengejar kesuksesan seperti pada premis film-film umum, film ini bisa jadi bukan obat yang tepat. Meskipun "kesalahan" utama film ini adalah memancing penonton dengan cerita tentang Machisu dan passionnya yang super gigih ternyata filmnya bertransformasi menyampaikan pokok lain : tentang ego, keras kepala, dan sisi manis tentang siapa yang bersedia menemani mengejar passionmu itu. Mungkin pengibaratan "Achilles and Tortoise" bisa digambarkan sebagai sosok Machisu dan mimpi sebagai pelukis yang terus dikejarnya namun tak pernah ia dapatkan. Namun saya lebih suka bilang Achilles and Tortoise juga merupakan tentang Machisu yang terus menerus mengejar egonya tanpa pernah berusaha berdamai dengan hal sekitar (ia menjadi tidak peduli pada anak dan istrinya). Pada akhir film tertulis "Finally Achilles did catch up Tortoise" mungkin masih banyak yang mempertanyakan endingnya (dan malah jadi membenci filmnya) karena perjuangan Machisu terkesan hanya 'gitu doang' tanpa diberi penyelesaian. Tapi saya suka menginterpretasikan endingnya sebagai sebuah penutup yang manis tentang usaha perdamaian seseorang antara hidup dan egonya, juga tak lupa menyisipkan cinta dan kesetiaan didalamnya.



PITCH PERFECT (2012, Jason Moore)

http://www.theprospect.net/wp-content/uploads/2013/06/ester-dean-pitch-perfect.jpg

What a feel-very-good movie! Seorang remaja tak betah ngampus mencoba beradaptasi dengan bergabung ke dalam kelompok acapella. Yang saya suka juga ada lampiran tentang The Breakfast Club. Adegan final Barden Bellas membuat saya histeria sendiri di kamar kosan saking asyiknya. Oh ya, cowoknya cakep dan manis sekali. Habis menonton ini dijamin akan mendamba sosok sepertinya.



SWAN LAKE (1967, Truck Branss)

http://www.risingalternative.com/wp-content/uploads/2012/06/swan_lake_legends_A-Schwanensee_Lanchbery_024.jpg

Saya baru kali ini mengenal nama Margot Fonteyn dan Rudolf Nureyev. Perkenalan yang bagus dengan tekhnik menari matang yang tentunya istimewa. Margo sangat menonjol sebagai Black Swan.



THE HOUSEMAID (2010, Im Sang Soo)


Dibalik niatan untuk menyajikan cerita gelap dibalik perselingkuhan majikan-pembantu film ini malah terkesan "kok gitu doang" juga ada beberapa hal yang rasanya sedikit ganjil. Tapi endingnya saya suka, mendeskripsikan bagaimana kemudian kuasa kaum kelas atas bisa dengan mudah melupakan hal sekelam apapun yang terjadi dibelakang. Agak busuk memang.




A WOMAN UNDER THE INFLUENCE (1974, John Cassavetes)

http://www.jonathanrosenbaum.com/wp-content/uploads/2011/04/woman-under-the-influence-falk-rowlands-1.jpg 

Bagaimana kegilaan bisa mempengaruhi tidak saja diri sendiri tapi orang lain. Dan ketika "tokoh utama" yang semenjak tadi di atas layar pergi, ternyata muncul lagi "tokoh utama" lain yang menggantikannya. Juga menyorot perahu rumah tangga pasang-surut yang disetir karakter-karakter realistis persis yang terlihat di kehidupan sehari-hari. Mungkin tidak semua dari kita gila atau memiliki pasangan segila Mabel, tapi dinamika hubungan kompleks dan how hard we will treat them with love and affection in personally different way.... maybe we're gonna face it someday.... in our marriage life.

Oh ya tambahan, dear Gena Rowlands, "kegilaanmu" tak akan terlupakan.


Comments

Other side of me

My MUBI

In Theaters