Readers

Catatan Menonton Tahun 2012

The Crush (1993)
The Crush adalah film thriller psikologis remaja tentang seorang gadis belia yang masih berumur 14 tahun bernama Adriana (Alicia Silverstone). Seorang lelaki yang jauh lebih dewasa bernama Nick Elliot (Cary Elwes) menempati rumah barunya yang disewakan keluarga Adrian, semua mulanya berjalan wajar-wajar saja. Adriana yang masih muda sering menggoda Nick, Nick pun menanggapinya karena mengira gadis itu hanya main-main. Semuanya mulai menjadi serius ketika Adriana menjadi stalker dan terus mengawasi hidup Nick, bahkan mencoba menghancurkan segala hal yang menurut gadis itu menganggu hubungan Nick dan dirinya.




Pernah nonton Fear yang dibintangi Reese Witherspoon dan Mark Wahlberg? Well, gue juga agak lupa dengan yang satu itu, tapi filmnya sih masih sering diputar di televisi. Nah, The Crush ini punya tema yang hampir mirip-mirip Fear. Tentang seseorang yang terobsesi, dan mulai berubah menjadi psikopat yang berbahaya dan menganggu kehidupan objeknya. Alurnya yang terhitung cepat dan lancar, mungkin menyesuaikan dengan genre thrillernya yang menuntut cerita misterius supaya penonton terus terjaga. Tapi sayangnya The Crush tidak punya studi lebih lanjut tentang isu obsesi atau psikologis itu. The Crush lebih memilih mengemas cerita obsesi itu dalam balutan teen thriller, tidak lebih tidak kurang. Bukan sesuatu yang buruk sih. Tapi bagi mereka yang mencari muatan drama yang dalam dan berisi sepertinya akan menganggap The Crush hanya sajian selintasan.

Dari segi peran, sepertinya memang cuma Alicia Silverstone yang memimpin semua dominansi dari segala tokoh. Perannya sebagai gadis jelita yang masih manis-manisnya tapi disisi lain punya sisi desktruktif yang mengerikan lumayanlah, wajahnya yang lembut tapi senga juga membantu dia semakin pas dengan sosok yang diperankannya.
Well, The Crush masih bisa menghibur, meskipun ia tak membawa visi dan isi berbobot didalam tubuhnya tetapi penonton akan mudah menikmati jalinan struktur teen thriller-nya yang lumayan.
Walau begitu kita bisa belajar banyak dari kelainan obsesi macam apa yang melatari motif Adriana sepanjang film. Kalau in my opinion, Adriana adalah gadis yang kesepian yang tidak pernah mendapat kasih sayang yang dia inginkan, kehidupannya juga berputar disitu-situ saja. Hampir mirip-mirip Alisha dari filmnya Mouly Suria, Fiksi. Jadi ketika Nick Elliot dengan segala dunianya yang dewasa dengan ramah menyapanya, Adriana jadi begitu bergantung dan kelewat obsesif. (Spoiler) Nah, di akhir film digambarkan Adriana bisa dengan mudah berganti objek obsesi dari Nick ke seorang dokter jiwa yang mengurusnya. Kalau menurut gue sih, itu menyimpulkan bahwa Adriana adalah jenis orang yang akan terobsesi pada orang yang memperlakukannya dengan sangat baik dan perhatian. Yeah.


Btw, film ini auranya 90-an sekali loh. Gue naksir deh sama kacamata mata kucing (gambar diatas) yang dipakai Alicia Silverstone yang menjadi trademark dia di film ini. Keren! Selain itu gaya berbusananya disini juga referensi 90-an sekali. Yes, i love 90's!

RATE : 2.5/5
Similar movies : Fear (1997) All The Boys Love Mandy Lane (2006) Fiksi. (2008)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
It's A Kind Of Funny Story (2010)

Mungkin ini film yang cocok ditonton bagi remaja-remaja (seperti orang yang nulis ini :D) yang sering mengalami masa down atau semacam depresi.

Craig (Keir Gilchrist) sudah mulai berpikiran untuk bunuh diri karena himpitan masalah yang menimpanya : perkara kelulusan sekolah, teman-teman dan keluarga, cinta dan mau dibawa kemana hidupnya selanjutnya. Ia "mengantar" dirinya sendiri ke rumah sakit jiwa, menginap disalah satu lantai rumah sakit yang kebetulan memang dihuni kumpulan orang-orang yang mengalami segala macam bentuk depresi, dari yang cuma stres ringan sampai yang schizofrenia akut. Ditempat itu, Craig menemukan teman dan suasana baru, Bobby (Zach Galifianakis), sampai seorang gadis cantik Noelle (Emma Roberts). Semuanya punya masalah tersendiri, namun disini mereka menemui kebersamaan dalam berbagi.

It's A Kind Of Funny Story mungkin lebih mengutamakan segmen remaja, dan itulah mungkin kenapa hasil akhir keseluruhan film ini sangat ringan dan tidak bertendensi lebih, karena mungkin film ini lebih suka bertutur sederhana dan dengan runutan konflik yang datar-datar saja. Untungnya filmnya tidak bikin mengantuk karena ada salah satu yang paling menarik sepanjang film : saat Craig mulai bernaratif tentang sudut pandangnya terhadap sekitarnya, segala imajinasi dan visualisasi dari POV Craig itu adalah bagian yang membuat film ini jadi lebih berwarna, ambil contoh saat Craig menyanyikan lagu Under Pressure dan dalam imajinasinya, ia membayangkan menjadi vokalis kelompok rock. Atau contoh lain adalah penggambaran Craig tentang keluarga, sekolah, teman dan dirinya sendiri. Ya, mungkin tanpa bagian-bagian menarik ini film ini akan terkesan biasa saja dan bahkan bisa sangat membosankan. Karena jualan konfliknya juga cuma adem-anyem dan kurang sanggup menjaga penonton tetap dekat dengan intensitas cerita.

Tidak ada pemeran yang dominan, IMO, bahkan pemeran Craig sendiri terlihat hanya memerankan standar saja, hampir sebaya dengan aksi Zach Galfianakis atau yang lainnya. Emma Roberts dapat peran pemanis lagi, sama seperti peran dia di The Art Of Getting By. Oh ya, ada Viola Davis lagi, dan perannya juga setipe lagi, kalau ada yang nonton Trust, perannya juga sama seperti itu. Memang segi cast ini tidak ada yang istimewa, membuat film ini tambah terlihat datar dan biasa saja.
Tapi kalau disimpulkan, It's A Kind Of Funny Story tidak buruk-buruk sekali. Masih ada pelajaran yang dapat diambil, ditambah cara penggambaran dunia oleh sosok Craig yang sangat kita sekali, It's A Kind Of Funny Story mungkin tidak berada di level memuaskan, tapi mungkin bagi mereka yang sedang bermasalah dan depresi bisa belajar banyak dari sosok Craig yang "sok" depresi ini.
Ya, kalau dipikir kembali sosok Craig ini persis bisa menggambarkan remaja-remaja yang sering merasa kehidupannya lah yang paling berat. Kalau diingat-ingat, ketika masih di masa sekolah, kita pernah kan mengalami masa depresi dimana kita berniat ingin pergi saja dari hidup ini? Walau sekarang mungkin saat-saat itu akan kita tertawakan, tapi begitulah sosok Craig dulu mewakili pemikiran kita yang serba kalut dan mudah terdesak dengan hidup.

RATE : 2.5/5
Similar movies : The Art Of Getting By, Adventureland

Comments

Other side of me

My MUBI

In Theaters