Review : A Nightmare On Elm Street : Freddy's Revenge (1985)



SPOILER ALERT!

Sebenarnya gue udah mau ngereview film pertamanya dulu, tapi karena kemalasan gue dan segala macamnya gue jadi ga inget lagi ngereview versi paling original dimana semua keklasikan Freddy Krueger itu bermula, dan akhirnya datang saat gue menonton sekuel kedua dari franchise berlarut-larut menahun ini.



Pertama, yang membuat A Nightmare On Elm Street kali ini bukan lagi Wes Craven. Dan buat seterusnya pun, very badly, Wes Craven kelihatan gak sudi lagi menempati kursi sutradara (walau kembali lagi di New Nightmare). Salah satu hal yang gue baru ketahui adalah sebenarnya Wes Craven tidak pernah ingin A Nightmare On Elm Street menjadi obyek waralaba berkepanjangan. Meskipun pada akhirnya dia mau kembali terlibat disejumlah sekuelnya (walau kebanyakan hanya menjadi scriptwriter) tapi menilik dari keterangan Wikipedia, Wes Craven bahkan cuma menginginkan membuat satu A Nightmare On Elm Street yang itupun sebenarnya dia ingin berakhir happy ending. Walau rasanya wajar estetika horor dan keinginan pribadi seringkali mesti mengalah ketika berhadapan dengan pasar,  tapi Wes Craven sendiri tidak menyukai premis film buatannya diubah total dan dirombak menjadi skenario oleh David Chaskin untuk film ini.
Harus diakui mungkin A Nightmare On Elm Street tidak akan seklasik ini bila bukan dijadikan franchise, tapi gue sendiri merasa kecewa dengan adanya pengakuan Wes Craven seperti itu. Masalahnya adalah, dari dialah sosok Freddy Krueger tercipta, dialah yang membuat citarasa itu, dan kalaupun dia mau kembali pada proyek semua sekuelnya,  rasanya rasa A Nightmare On Elm Street jadi berbeda ketika posisi sutradara tidak berada ditangannya. Sayang sekali, sang kreator cuma menjadi sutradara di satu filmnya saja. Itupun kalau bisa dibilang bahwa yang disutradarainya adalah yang paling memorable, klasik, paling "Freddy Krueger" sekali. Apakah selama ini sebenarnya Wes Craven masih tidak rela imajinasi ciptaannya menjadi franchise? Lalu bagaimana perasaannya pas tahu remakenya lebih hancur total dibikin sama Platinum Dunes? Seandainya gue bisa wawancara dia secara private, gue pengen nanya ini semua.

A NIGHTMARE ON ELM STREET 2: FREDDY'S REVENGE (1985)

Jesse (Mark Patton) seorang remaja cowo dengan tingkah super aneh dan cenderung culun kini menempati rumah Nancy---tokoh utama kita di sekuel sebelumnya.  Mulanya ia menerima mimpi buruk yang memperkenalkannya pada sosok berkuku tajam Krueger, sampai pada akhirnya dia merasa Freddy Krueger mulai memanipulasi tubuhnya dan memperalatnya untuk membunuh.


Oke, gue agak terkejut dengan berubahnya deskripsi awal dari seorang Freddy Krueger dan premis cerita yang memang sangat melenceng dari bagian pertama. Naskah pertama olahan Wes Craven adalah Freddy Krueger sebagai pembunuh dari alam mimpi yang membunuh hanya lewat imajinasi, namun berimbas pada kematian si korban juga didunia nyata. Di tangan David Chaskin, ia dengan lancang membuat Freddy keluar dari lingkaran aturannya sendiri, Freddy di sini jadi pengecut dan bukannya membunuh dan menebar teror untuk anak-anak di Elm Street malah memanipulasi si scream king (karena dia jago teriak emang) Jesse dengan menggunakan tubuhnya untuk membunuh. Lalu kemana si pembunuh mimpi buruk? Karena sepanjang film kita tidak akan terperangkap di mimpi buruk para korban lagi kecuali hanya Jesse lah yang bermimpi buruk itu sendiri. Penampilan Freddy Krueger bahkan kelihatan tidak semaksimal dan sebanyak di instalmen pertamanya. Yang membuat gue terkejut dan nyaris mengerutkan dahi adalah ketika Freddy keluar kedunia nyata dan mengacaukan party segerombolan remaja. Anjrit, kok Freddy jadi kaya gini? Sejak kapan dia jadi orang aneh dan frontal nunjukin dirinya ke orang-orang? Gue yakin ini adalah salah satu bagian yang ga disukai Craven buat diwujudin Jack Sholder disini.





Selain premis yang berubah total, citarasa Wes Craven tentu jadi jauh berbeda ditangan Jack Sholder. Wes Craven membangun aura horrornya dengan sangat sepenuh hati, dibantu sound kenceng yang tepat sasaran dan maksimal, dia membuat setiap scene di film pertamanya menjadi terlihat sangat creepy, dan selalu saja ada bagian yang mampu membuat gue kaget. Sayangnya Jack Sholder gagal ngebuat itu. Dibeberapa bagian dimana tendensi horor mulai naik dan gue udah siap siap nutupin mata dengan bantal, dia malah luput menemui sasaran di titik yang berpotensi bikin gue kaget, pada akhirnya ga ada satupun bagian yang membuat gue nahan nafas karena setiap kali menuju ke saat itu, dia kehilangan momen keramat itu.
Sebagai contoh, ketika adegan opening A Nightmare On Elm Street yang pertama versi Craven (Ketika Tina berjalan dilorong kegelapan dan Freddy muncul secara mengagetkan) adalah momen yang sampai saat ini masih bisa membuat gue jantungan. Padahal itu udah gue repeat berulang kali supaya gue gak begitu kaget lagi, tapi tetep aja unsur creepynya masih ngebikin gue ciut. Ini adalah apa yang dinamakan tepat sasaran. Sukses membuat gue takut, kaget dan terbawa dengan atmosfir yang dirancang Craven. Di tangan Jack Sholder, aura horor itu gak jelas, selain karena banyak plot yang bolong-bolong dan bagian-bagian pointless. Kebanyakan adegan silih berganti berlalu begitu aja, tentang si Jesse disekolah---terus kerumah, terus mimpi buruk, terus begitu. Kalau itu semua berjalan dengan unsur horor yang mengikuti sih gapapa, masalahnya ketika dibagian tendensi horor mulai tinggi, Jack Sholder malah gagal ngedapetin itu.


Adegan kematian pelatih olahraganya si Jesse aja dibikin sangat cemen sekali disini. Masalahnya adalah kematiannya sangat tidak menyenangkan buat dilihat. Gak ada eksploitasi darah berlebih dan cabikan unbelievable ala Krueger. Yang ada malah pantat telanjang yang dipukul sampe berdarah dan cakaran maut. Anehlah pokoknya.

Oke, itu adalah beberapa cuap-cuap negatif gue tentang film ini. Kalau bicara dari sisi positif, gue menikmati film ini tanpa merasa marah atau sebel meskipun penyajian yang ini cukup bisa membuat gue memandang layar laptop dengan muka aneh dan berkerut. Dan meskipun Jesse mungkin gak bisa lebih superior dari tokoh Nancy-nya Heather Langenkamp, tapi gue pikir Mark Patton sendiri cukup menghibur dan ngebikin gue ketawa ngeliat segala ke"bodohan"nnya dan semua yang dia lakukan untuk film ini. Tokoh Jesse mungkin gak bisa sangat dikenang melebihi Nancy. Dia berperan sangat jelek dan dalam salah satu wawancara terbarunya setelah bertahun-tahun pun Jesse tahu bahwa seri Krueger yang dibintanginya ini melenceng dari apa seharusnya. Tapi ya, ngelihat segala aksinya yang sangat nge-gay sekali ngebikin gue malah senyum-senyum sendiri ngelihat film ini.



Oh iya bener, ternyata film ini juga udah banyak diperbincangkan karena betapa banyak elemen-elemen yang terkesan sangat gay sekali. Gue juga merasa banyak sekali bagian yang sangat norak dan aneh----entah itu saat si Jesse joget joget dikamar sambil ngedorong laci pake pantat, atau karena hampir setengah penuh film dia selalu telanjang dada, atau pas dia ke bar para gay atau orang orang dengan kostum ketat, atau pas dia mandi di shower dengan sangat sok seksi sekali------oke, ini sekuel Freddy Krueger paling lucu dan paling gay kayanya, karena keseluruhannya horor digabung dengan banyak detil konyol dan terlalu banyak unsur komedi yang membuat gue mau ketawa ngeliatnya. Si Mark Patton sendiri setelah bertahun tahun semenjak tampil disini, bukannya mendapat gelar Scream King malah dia lebih banyak disebut-sebut sebagai salah satu Scream Queen-nya Krueger. Haha.

Scream Queens : Mark Patton dan Heather Langenkamp
dan meski banyak kritik negatif gue tulis di paragraf atas, gue tetap bisa mengapresiasi keseluruhan film ini-----setidaknya gue menontonnya di laptop tetap terhibur tanpa rasa kesel atau mengumpat, meski gue ga merasa "sangat puas" seperti saat menonton arahan Wes Craven.

RATE : 3/5


Comments

  1. Eh, tapi Wes Craven juga jadi sutradara di "New Nightmare" loh, dan itu lumayan juga walaupun masih tetep kalah sama film originalnya

    ReplyDelete
  2. oh iya! wahaha thanks buat koreksinya, entar deh gue mau ngebedah semua serinya, yang originalnya gue lupa ngereview tapi emang bisa dibilang itu bagian paling klasik dan memorablenya. Apa aja... termasuk Johnny Depp ada disitu.

    ReplyDelete
  3. Gue jg baru nonton yg original,dream warriors,new nightmare sama yg versus Jason. Ditunggu deh review"nya

    ReplyDelete
  4. gara gara film ini gue jadi suka joget joget sendiri dikamar dengan bodohnya diiringi lagu Touch Me All Nite Long-Wish ft.Fonda Rae persis si Jesse...

    ReplyDelete

Post a Comment