Selasa, 31 Januari 2017

Dawn of The Dead (2004) : Film Zombie yang (Paling) Bersenang-senang




Dawn of the Dead  // 2004 // Sutradara : Zack Snyder, Amerika // Pemain : Sarah Polley, Jack Weber, Ving Rhames, Michael Kelly, Ty Burrell, Kevin Zegers, Lindy Booth


Manusia hidup memiliki tujuan. Bahkan sekecil apapun. Mungkin tidak semua orang punya tujuan hidup menjadi presiden, mungkin hanya sesepele hari ini punya tujuan untuk ke Alfamart dan beli sekotak Indomilk rasa stroberi. Tidak ada bedanya, semua tetap adalah tujuan. Manusia juga punya naluri alamiah untuk bertahan dan berkembang. Setelah ia bisa bertahan, ia ingin berkembang. Ada sesuatu dari diri manusia untuk tahu bahwa seburuk apapun risiko yang ia hadapi, ada perasaan puas bila turun tangan menghadapinya. Kecuali kita memang memilih tinggal dan kehilangan kewarasan. Kebosanan tidak ada bedanya dengan kematian.

Rabu, 18 Januari 2017

Nerve (2016) : Ide Liar, Eksekusi Culun


https://i.ytimg.com/vi/Tyk2_bzca3E/maxresdefault.jpg

Nerve  // 2016 // Sutradara : Henry Joost, Ariel Schulman, Amerika // Pemain : Emma Roberts, Dave Franco, Emily Meade, Miles Heizer, Machine Gun Kelly



Orang yang berpikir popularitas, uang dan jumlah pengikut adalah paket yang tidak penting dalam kehidupan  pasti sudah tidak remaja lagi atau hanya belum pernah mengalaminya sendiri. Karena seperti yang tertuang di film Nerve, tiga hal itu seakan adiktif seperti game dan membuat kita yang mengalaminya ingin lagi dan lagi. Ini terlihat jelas dari tokoh Sidney (Emily Meade membawakan dengan baik karakter manja, egois dan haus ketenaran disini), teman Vee yang melakukan segala cara untuk menduduki posisi teratas dalam game Nerve. Nerve sendiri adalah game yang amat menarik dan sebenarnya cukup creepy, karena setiap orang akan diminta melakukan tantangan untuk bisa mendapatkan poin lebih (setiap level dibandrol uang sepersekian plus ketenaran dari watchers, sebutan untuk penonton game). Darimana tantangan berasal? Sugestinya dari orang-orang yang menonton dan bisa jadi dihimpun dari informasi pribadi si pemain. Ide soal game ini sendiri cukup orisinil, agak mengingatkan pada Pokemon Go dan bisa jadi lima tahun lagi atau bahkan kurang, benar-benar ada game yang serupa ini.

Jumat, 11 November 2016

Film Pendek : Are You The Favorite Person of Anybody (2005)


https://s3.amazonaws.com/auteurs_production/images/film/are-you-the-favorite-person-of-anybody/w1280/are-you-the-favorite-person-of-anybody.jpg
Are You The Favorite Person of Anybody? // 2005 // Sutradara : Miguel Arteta, Amerika // Pemain : Miranda July, John C. Reilly, Mike White

Miranda July yang lewat Me, You and Everyone We Know (2005) bicara tentang orang-orang kesepian dan putus asa dalam budaya digital (film yang sangat baik, secara jelas mewakili bagaimana kehidupan dan berbagai jenis orang di internet), bersama Miguel Arteta pernah membuat film pendek berjudul Are You The Favorite Person of Anybody di tahun yang sama. Di film  ini ia menjadi penulis. Are You Favorite yang hanya berdurasi sekitar 4 menit memasang nama aktor John C. Reilly, Mike White serta Miranda July sendiri. Amat sangat sederhana sebenarnya dan jangan harapkan ini adalah film pendek dengan narasi umum, melainkan lebih seperti film yang dibuat apa adanya dan berdasarkan pada kekuatan gagasan. Namun hal yang patut dipuji adalah bagaimana gaya Miranda July terlihat lagi. Ia adalah seseorang yang mampu memperlihatkan ide paling mungil dan sederhana, bahkan mungkin terkesan sepele namun kemudian bisa menjabarkannya dengan powerful. Para aktornya juga mendukung untuk membuat film kecil ini menjadi lebih kuat dan dalam; lihat ekspresi John C. Reilly setiap bertanya atau yang paling saya sukai adalah Mike White sebagai orang kedua yang kebetulan lewat. 

Senin, 24 Oktober 2016

Tokyo.Sora (2002) : (Setengah) Cerita Perempuan-Perempuan Kesepian

http://www.onderhond.com/style/site/tokyo-sora-2.jpg

Tokyo.Sora // 2002 // Sutradara : Hiroshi Ishikawa, Jepang // Pemain : Yuka Itaya, Haruka Igawa, Manami Honjo, Keishi Nagatsuka


 Aku ingin menemanimu menghidupkan kipas angin
Lalu meneguk air mineral yang dingin.
Aku ingin menemanimu
Menyalakan televisi, menonton film biru dan mengisap candu
Aku ingin menemanimu bermain-main dengan sepi di kamarmu
   (Aku Ingin Menemanimu – Acep Zamzam Noor)


Sajak milik Acep Zamzam Noor itu mendadak teringat ketika saya melihat adegan seorang perempuan yang nampak sedang menonton film porno didengar oleh perempuan lain di kamar sebelah. Tokyo.Soranama film iniyang saya anggap aneh karena ketika usai menontonnya pertama kali, saya bingung ingin mendeskripsikan filmnya bagaimana.

Lebih aneh lagi ketika ternyata kebanyakan cerita-cerita itu bisa terasa mengesankan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebenarnya potret keseharian (portrait of everydayness) memang bukan hal baru melainkan cara yang sering dilakukan sutradara-sutradara lain untuk bertutur. Lepas dari dramatisasi berlebihan. Tanpa struktur plot atau babak-babak. Contoh paling besar adalah Richard Linklater dalam Boyhood, sebuah studi selama 12 tahun tentang seorang anak yang tumbuh besar dan melewati banyak peristiwa dalam hidupnya. Semua berjalan mengalir layaknya sebuah kehidupan biasa, minim konflik dan hal yang paling membekas adalah bagaimana perubahan hidup para karakter secara fisik dan emosi dari tahun ke tahun membuat kita merasa seperti bercermin.

Rabu, 05 Oktober 2016

Begin Again (2013) : Bintang-Bintang yang Tersesat


 http://stagebuddy.com/wp-content/uploads/2014/06/beginagain.jpg
Begin Again  // 2013 // Sutradara : John Carney, Amerika // Pemain : Keira Knightley, Mark Rufallo, Adam Levine, Catherine Keener, Hailee Steinfeld


Orang-orang berbakat ada di banyak tempat dan seringkali tidak tahu bahwa mereka berbakat. Seringkali juga mereka lepas dari perhatian dan tidak ditemukan, berakhir di tempat-tempat dimana mereka tidak seharusnya berada. Kafe-kafe yang gaduh. Jalanan sibuk dimana orang-orang berangkat kerja sehingga tidak sempat untuk berpikir mereka berharga. Beberapa mungkin berharap momen yang tepat untuk ditemukan, beberapa tidak cukup peduli apakah dia berbakat atau tidak berbakat, apalagi untuk mau ditemukan. 

Begin Again adalah cerita tentang orang-orang yang berbakat tersebut, yang tersesat dalam perjalanan mereka untuk mempertahankan mimpi saat realita tidak seindah bayangan.

Minggu, 25 September 2016

Writer's Choice : 5 Film Tentang Pernikahan



Saya menyebutnya 5 film pilihan bukan 5 film terbaik. Pertama, karena begitu banyak film-film terbaik dan yang tentu belum saya tonton sehingga tidak ingin tulisan ini menjadi terasa sok jago membicarakan mana yang paling hebat. Kedua, 5 judul film ini lebih enak dibahasnya karena mampu mempresentasikan sesuatu tentang kehidupan pernikahan, bukan hanya karena embel-embel terbaik. Ketiga, karena ini tulisan yang sebenarnya berawal dari spontanitas tengah malam sehingga hanya 5 film pilihan dan tidak lebih banyak sehingga mungkin ada judul-judul lain tidak tersebut. Yang sepengetahuan saya saja, yang terlintas di pikiran (atau yang baru-baru ditonton) dam yang menurut saya menarik isinya untuk ditelaah.

Jadi ini dia.
  

1.     45 Years (Andrew Haigh, 2015)


http://m.wsj.net/video/20151124/film45years/film45years_1280x720.jpg


45 Years memperlihatkan kehidupan pernikahan yang dibangun dengan baik selama bertahun-tahun ketika peranan istri dan suami yang saling mengisi mendadak mempertanyakan diri mereka sendiri tepat saat kenangan lama masuk menyelinap. Ada emosi yang berusaha diredam. Ada diri yang berusaha dikendalikan. Film ini memotret kebimbangan sang istri karena mendadak, ilusi "the one" dan "glory" itu tidak lagi seperti bayangannya.


Kamis, 11 Agustus 2016

Fallen Angels (1995) : Bahwa Jatuh Cinta dan Patah Hati Kadang Sama Saja

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/9d/72/d6/9d72d6e67c21e0f442c7a2c26431ae7f.jpg


Fallen Angels  // 1995 // Sutradara : Wong Kar Wai, Hongkong // Pemain : Leon Lai, Michelle Reis, Takeshi Kaneshiro, Charlie Yeung, Karen Mok



“The road home isn’t very long and i know i’ll be getting off soon...
But at this moment, i’m feeling such a lovely warmth.”



Semua orang yang memuja Chungking Express mungkin bisa menemukan dirinya kembali jatuh cinta pada Fallen Angels. Atau mungkin juga sebaliknya.

Fallen Angels yang sering disebut sebagai spiritual sequel dari Chungking Express ini memang memiliki banyak referensi film tersebut mulai dari kesamaan tempat, karakter dan segala trivianya (karakter peranan Takeshi Kaneshiro mengatakan ia menjadi bisu semenjak memakan kaleng buah nanas yang kadaluarsa sebagai rujukan untuk karakter polisi yang juga diperankannya di Chungking. Juga pola hubungan wanita-pria pembunuh bayaran yang sama seperti karakter Faye dan Tony Leung. Selain itu banyak lagi hal-hal kecil yang seakan direka ulang di film ini).