Skip to main content

Posts

Featured

Frownland (2007) : Normal - Abnormal, Keith - Kita

Saya bisa saja memilih menonton film pop di bioskop, sebuah film yang menawarkan eskapisme dengan rata-rata konklusi yang terselesaikan atau setidaknya melegakan. Sementara Frownland (2007) film tentang seorang ‘karakter kecil’ dengan kehidupannya yang juga terkesan sepele, persis seperti hidup saya sendiri.  Apa yang menarik dari menonton film yang seperti memberikan cermin pada kita? Dan lebih-lebih lagi, sebagai pemberitahuan awal : film ini adalah tamparan keras bagi semua orang yang merasa dirinya normal dan tidak asosial. Dengan kata lain, ini cukup depressing. Walau saya pribadi malah merasa film ini disturbing, sampai membuat beberapa hari saya terasa tidak mengenakkan karena terus terbayang konklusi yang harus diterima karakter utamanya.
Namun film-film seperti Frownland wajib ada untuk memisahkan diri kita sejenak dari pesona film-film komersil yang sedang tayang, untuk mengetahui bahwa ada ‘menu’ yang lain. Ini adalah observasi yang sangat menarik, terutama untukmembagikan …

Readers

Latest posts

Deadpool 2 (2018) : Saat Keunikan Tidak Lagi Unik

Beberapa Hal Yang Saya (dan Mungkin Kamu) Ingat Ketika Demam AFI (Akademi Fantasi Indosiar)

Dilan 1990 (2018) : Dilan dan Nostalgia SMA

Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)

Death Note (2017) : Saat Lelucon Dirayakan Dengan Serius

The Guest (2014) : Persembahan Penuh Kesenangan

One Fine Day (2017) : Jefri Nichol, Jefri Nichol, Jefri Nichol

6 Hal Setelah Menonton Film Irreversible (2002)

Rest In Peace Tobe Hooper (1943-2017)

The Girl Can’t Help It (1956) : Jayne Mansfield Dalam Bayang-Bayang